Senin, 23 Maret 2026

Lebaran 2026

Hari Terakhir Layanan Kunjungan Lebaran, Lapas Gorontalo Dipadati Ratusan Keluarga Napi

Memasuki hari terakhir layanan kunjungan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ratusan keluarga datang untuk melepas rindu dengan warga binaan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Hari Terakhir Layanan Kunjungan Lebaran, Lapas Gorontalo Dipadati Ratusan Keluarga Napi
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
KUNJUNGAN KELUARGA - Layanan kunjungan keluarga di Lapas Kelas II A Gorontalo, Senin (23/3/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga) 

Ringkasan Berita:
  • Senin (23/03/2026) menjadi hari terakhir sekaligus puncak layanan kunjungan khusus Lebaran selama tiga hari di Lapas Gorontalo, yang diwarnai suasana haru antara warga binaan
  • Ketentuan dan Prosedur Kunjungan: Pihak Lapas menerapkan aturan ketat sesuai SOP, di mana setiap warga binaan (total 578 orang) dibatasi maksimal 5 pengunjung dengan durasi pertemuan 15 menit
  • Selain pemeriksaan makanan yang ketat, Lapas menyediakan fasilitas photo booth untuk mengabadikan momen

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana haru dan hangat menyelimuti Lapas Kelas IIA Gorontalo pada Senin (23/03/2026).

Memasuki hari terakhir layanan kunjungan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ratusan keluarga datang untuk melepas rindu dengan warga binaan.

Sejak pagi, area kunjungan telah dipadati pengunjung. Karpet merah dibentangkan memanjang di aula, menjadi tempat warga binaan dan keluarga duduk berhadapan.

Isak tangis dan tawa pecah saat mereka saling bercengkerama dan berpelukan hangat. Anak-anak pun tampak berlarian kecil di sela kerumunan, sesekali mendekat untuk bermanja pada orang tua mereka.

Di beberapa sudut, keluarga duduk melingkar sambil menyantap bekal dari rumah. Botol air mineral, nasi, dan lauk sederhana tersaji di atas karpet, menambah kehangatan suasana kebersamaan di hari kemenangan.

Koordinator Layanan Kunjungan Lapas Kelas IIA Gorontalo, Sabaruddin, menyampaikan bahwa layanan khusus Lebaran ini dibuka selama tiga hari.

“Untuk Hari Raya Idulfitri, kami membuka layanan kunjungan selama tiga hari, dan hari ini adalah puncaknya sekaligus hari terakhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa mekanisme kunjungan tetap mengacu pada prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku. Setiap pengunjung wajib membawa kartu identitas, berpakaian rapi, serta dilarang keras membawa barang terlarang seperti senjata api, narkotika, ponsel, maupun benda berbahaya lainnya.

Mengingat jumlah warga binaan yang mencapai 578 orang, pihak Lapas membatasi jumlah pengunjung maksimal lima orang per warga binaan dengan durasi pertemuan hanya 15 menit.

“Waktu dibatasi maksimal 15 menit agar semua warga binaan mendapatkan kesempatan yang sama untuk bertemu keluarga,” jelas Sabaruddin.

Meski singkat, momen tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin. Terlihat beberapa keluarga saling menggenggam tangan erat dan berbicara lirih di tengah suasana penuh haru. Pihak Lapas juga memperbolehkan keluarga membawa makanan siap saji, namun pemeriksaan ketat tetap dilakukan.

Guna mengobati kerinduan, pihak Lapas menyediakan fasilitas photo booth sederhana.

Menariknya, beberapa warga binaan turut membantu mengabadikan gambar keluarga lain yang sedang berkunjung. Fasilitas ini menjadi cara penting bagi keluarga untuk menyimpan kenangan pertemuan di tengah keterbatasan ruang dan waktu.

Baca juga: Lebaran Bikin Kantong Kering? Terapkan Pola 50-30-20 untuk Pulihkan Keuangan

Layanan kunjungan keluarga di Lapas Kelas II A Gorontalo
LAPAS GORONTALO -- Layanan kunjungan keluarga di Lapas Kelas II A Gorontalo, Senin (23/3/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

Berdasarkan data kunjungan:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved