Human Interest Story
Bosan Bekerja Kantoran, Pria Gorontalo Ini Pilih Jadi Tukang Kayu yang Sukses
Sejak sepuluh tahun lalu, ia memutuskan untuk menekuni profesi sebagai tukang kayu di Kota Gorontalo, dan ia pun meraih kesuksesan dengan caranya send
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Anas-Hulalata-ditemui-di-tempat-kerjanya-Sabtu-1852024.jpg)
Harga yang ditawarkan Anas pun cukup terjangkau. Untuk kursi sederhana, ia mematok harga Rp 175 ribu, sedangkan meja dibandrol antara Rp 80 ribu hingga Rp 350 ribu, tergantung ukurannya.
Sementara itu, untuk produk yang lebih besar seperti gerai toko dan gazebo, harganya perlu didiskusikan terlebih dahulu dengan pelanggan.
Saat ini, Anas belum menerima pesanan melalui telepon. Pelanggan harus datang langsung ke bengkelnya di Jl Pangeran Hidayat, alias Jl Dua Susun Bagian Atas dekat AS Studio Percetakan, Kelurahan Dembe Jaya, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo.
Kebanyakan pelanggan Anas berasal dari lingkungan sekitarnya, namun ia tidak menutup diri untuk menerima pesanan dari luar daerah.
"Ayo, datang saja ke sini, kita bicarakan. Harga kursi juga tidak neto, sesuai kemauan pelanggan tapi harus dipanjar sebagai tanda jadi," tandasnya.(*)