Kamis, 19 Maret 2026

Kematian Bayi Popayato

Dokter Anak Pohuwato Marahi Kapuskes soal Kematian Anak di Popayato Gorontalo, Disebut Santai-santai

Ia menegaskan bahwa bayi dengan kondisi BBLR harus segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang memadai. (*)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Dokter Anak Pohuwato Marahi Kapuskes soal Kematian Anak di Popayato Gorontalo, Disebut Santai-santai
TribunGorontalo.com/Rahman Halid
Suasana rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Pohuwato, Gorontalo, Selasa (14/5/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Seorang dokter anak RSUD Pohuwato, dr. Dian Ikagustina Tambunan marah-marah di ruang sidang DPRD Pohuwato, Gorontalo, Selasa (14/5/2024). 

Dian marah-marah saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak-pihak terkait kasus kematian bayi asal Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. 

Diketahui, seorang bayi berinisial ZSU dengan berat badan lahir rendah (BBLR) hanya 2,4 kilogram meninggal dunia di Rumah Sakit Kandou, Manado, pada 5 Mei 2024.

Fakta mengejutkan terungkap saat RDP. Dokter yang menangani kelahiran ZSU di Puskesmas Popayato, mengakui bahwa dia tidak mengetahui Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan bayi BBLR.

Baca juga: Mantan Pecandu Narkoba Kembali Ditangkap di Boalemo Gorontalo, 0.2 Gram Sabu Diamankan

"Memang saya belum tahu SOP-nya untuk konsultasi ke dokter spesialis anak yang ada di Rumah Sakit Bumi Panua. Tapi bayinya sudah saya pulangkan. Mungkin itu kekeliruan saya," ungkap dokter tersebut.

Pengakuan ini sontak membuat dokter spesialis anak, dr. Dian Ikagustina Tambunan terlihat marah-marah.

"Saya tidak terima kalau dokter bilang tidak melaporkan BBLR kepada saya. SOP BBLR itu Indonesia dok, jadi bukan di Kabupaten Pohuwato. Kondisi sebenarnya kita di Indonesia, kita harus patuh," tegasnya.

Dian menjelaskan bahwa penanganan BBLR sangat berbeda dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal di atas 2,5 kilogram.

"BBLR itu berbeda dengan bayi-bayi sehat. Itu tidak sama, ibu-ibu," tegasnya.

Lebih lanjut, Dr. Dian mengkritik penanganan di Puskesmas Popayato yang dianggapnya terlalu santai dan lambat dalam menangani bayi ZSU.

"Bayi ini BBLR, ibu-ibu bidan, kepala puskes, dan dokter terlampau nyantai, saya rasa-rasa," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa bayi dengan kondisi BBLR harus segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang memadai. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Bocah 16 Tahun di Pohuwato Gorontalo jadi Korban Rudapaksa

Sebelumnya diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Pohuwato, Fidi Mustafa mengakui unsur kelalaian tenaga kesehatan (nakes) terhadap kematian bayi di Kecamatan Popayato.

Kelalaian itu menurut Fidi, pada beberapa prosedur yang tidak dilakukan saat penanganan terhadap bayi saat dilahirkan. 

Bayi itu memang dilahirkan dengan kelainan berupa berat badan yang tidak normal.

Informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, bayi laki-laki itu hanya seberat 2.3 kilogram. 

Dikutip dari Alodokter.com, berat badan bayi laki-laki yang lahir pada usia kandungan 37-40 minggu mestinya di angka 3-3.6 kilogram (kg).

Sementara untuk perempuan, pada usia kandungan yang sama, normalnya ada di angka 2,9–3,4 kg.

Mestinya kata Fidi, saat tahu berat badan bayi itu tak normal, nakes segera melakukan konsultasi dengan dokter anak. 

Namun, prosedur itu justru tidak dilakukan, sehingga penanganan terhadap kematian bayi itu tidak segera dapat dilakukan. 

"Ada beberapa yang dilewati. Dokter di puskesmas wajib berkonsultasi dengan dokter anak, tapi itu tidak dilakukan," kata Fidi, Kamis (09/05/2024). 

Karena itu kata Fidi, pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap hal itu. Ditemukan, bahwa nakes tidak paham terhadap prosedur tersebut. 

Baca juga: Lima Hari Dinanti KPU, Tak Ada Satupun Paslon Independen Daftar Pilgub Gorontalo 2024

"Kita sudah keluarkan surat pernyataan keras untuk itu," tutupnya.

Sebelumnya diketahui, seorang bayi berinisial ZSU meninggal pada Minggu 05 Mei 2024 kemarin.

Bayi tersebut sesuai informasi keluarga, dilahirkan pada 02 April 2024. 

Bayi tersebut meninggal menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Kandou, Manado, Sulawesi Utara, setelah dirujuk dari Puskesmas Popayato.

Ayah korban, Mulyanto, tak dapat menyembunyikan kesedihannya, mengungkapkan bahwa mereka merasa menerima pelayanan kesehatan di Puskesmas Popayato.

Disampaikannya, saat sang ibu melahirkan pada tanggal 2 April 2024, bayi ZSU lahir dengan berat badan rendah, hanya 2,3 kilogram.

"Tapi anak saya tidak mendapatkan rujukan dari Puskesmas Popayato," ujar Mulyanto, ayah korban kepada tribungorontalo.com, Kamis (09/05/2024).

Selain itu, setelah dilahirkan, bayi ZSU hanya sempat dimasukkan ke dalam inkubator selama 15 menit, sebelum kemudian dikeluarkan dengan alasan adanya pasien lain yang baru melahirkan.

Bahkan, saat istri dan bayi tersebut dipersilahkan pulang ke rumah pada 3 April 2024, tidak ada catatan atau pesan dari dokter yang diberikan kepada keluarga.

"Waktu itu anak saya dimasukan di inkubator, tapi Cuma 15 menit. Saya sempat protes, tapi kata perawat saat itu, ada pasien yang melahirkan lagi sehingga anak saya terpaksa harus dikeluarkan dari inkubator," ungkapnya.

Kondisi bayi ZSU semakin memburuk pada tanggal 13 April 2024, hingga akhirnya harus dibawa kembali ke Puskesmas Popayato.

Namun, kesalahan terjadi ketika proses rujukan yang seharusnya dilakukan pada malam itu tertunda karena petugas yang bertugas ketiduran.

Baca juga: Kepala Departemen Personel Kementerian Pertahanan Rusia Ditangkap Diduga Suap

"Perut anak saya bengkak dan tanggal 13 itu kami bawa lagi ke Puskesmas. Sekitar jam 8 malam, kata petugas saat itu anak saya akan dirujuk. Saya tunggu sampai keesokan paginya jam 9, kenapa anak saya belum juga dirujuk. Mereka menjawab bahwa, sebenarnya semalam sudah akan dirujuk, hanya saja petugasnya ketiduran,” ungkap Mulyanto dengan geram.

Baru pada tanggal 14 April 2024, bayi ZSU akhirnya dirujuk ke RSUD Bumi Panua Pohuwato dengan kondisi yang semakin memburuk, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Kandou di Manado, Sulawesi Utara, di mana ia akhirnya meninggal dunia.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved