Minggu, 8 Maret 2026

Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumbar

Update Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumatera Barat: 43 Orang Tewas, BNPB Segera Tinjau Lokasi

Update korban banjir bandang lahar dingin di Sumatera Barat bertambah dari 37 orang menjadi 43 orang meinggal dunia.

Tayang:
Editor: Tita Rumondor
zoom-inlihat foto Update Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumatera Barat: 43 Orang Tewas, BNPB Segera Tinjau Lokasi
Tribunnews.com
Jalan rusak terlihat pasca banjir bandang dan aliran lahar dingin gunung berapi di Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 12 Mei 2024. Berdasarkan data dari BNPB jumlah korban meninggal akibat banjir lahar Gunung Marapi sebanyak 43 orang. Pencarian dan identifikasi masih dilakukan. 

TRIBUNGORONTALO.COM — Update korban banjir bandang lahar dingin di Sumatera Barat bertambah dari 37 orang menjadi 43 orang meinggal dunia. 

Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) bertambah menjadi 43 orang, menurut laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirilis pada Senin (13/5/2024) pukul 13.00 WIB.

Korban berasal dari empat kabupaten di Sumbar, dengan perincian 19 orang dari Kabupaten Agam, 14 orang dari Tanah Datar, 8 orang dari Padang Pariaman, dan 2 orang dari Padang Panjang.

Proses pencarian dan evakuasi terhadap 15 orang yang masih hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Hari ini, enam korban jiwa ditemukan, di antaranya dua telah diidentifikasi.

Baca juga: Banjir Bandang Lahar Dingin di Sumatera Barat: Dua dari 37 Korban Belum Teridentifikasi, 17 Hilang

Warga dari keempat kabupaten yang terdampak banjir telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Sampai saat ini, sebanyak 1.159 warga Agam dan 2.039 warga Tanah Datar telah mengungsi.

Rapat koordinasi penanganan darurat bencana banjir di Sumatra Barat telah dilaksanakan hari ini, dihadiri oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, S.Sos.,M.M.

Kehadiran Kepala BNPB bertujuan untuk memastikan penanganan bencana dilakukan dengan baik.

Setelah rapat, Kepala BNPB akan melakukan peninjauan lokasi banjir lahar dingin menggunakan helikopter, yang juga akan digunakan untuk menyalurkan logistik ke wilayah terdampak.

Baca juga: Aksi Brutal Geng Motor Resahkan Warga Sumut, Rampok Pengendara dan Bawa Kabur Sepeda Motor

Penyebab Banjir Lahar Dingin

Menurut pernyataan dari Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, banjir lahar dingin tidak hanya disebabkan oleh letusan Gunung Marapi, tetapi juga dipengaruhi oleh serangkaian gempa kecil yang terjadi dalam sebulan terakhir di wilayah Sumbar.

"Kami menganalisis, penyebab tidak hanya dampak erupsi Marapi, tapi juga pengaruh getaran gempa," ujarnya pada Minggu (12/5/2024) malam, dikutip dari TribunPadang.com.

Dwikorita menjelaskan bahwa dalam sebulan gempa kecil terjadi sebanyak 35 kali sehingga berdampak pada rapuhnya tebing-tebing.

"BMKG juga mendeteksi selama satu bulan terakhir sebelum kejadian bencana ini terjadi terjadi gempa-gempa kecil magnitudo sekitar M 3,0," sambungnya.

Baca juga: Terjerat Utang, Nasib Pria Aceh Berakhir Mengerikan: Telinga Dipotong

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved