Liputan Lahan Sawah
Luas Sawah Produktif di Pohuwato Gorontalo Capai Lebih 3 Ribu Hektar
Angka ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di Pohuwato, dengan total potensi lahan sawah mencapai 20 ribu hektar yang tersebar di seluruh ke
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Lahan-sawah-di-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Luas area persawahan produktif di wilayah ini telah mencapai lebih dari 3 ribu hektar.
Angka ini menunjukkan potensi besar sektor pertanian di Pohuwato, dengan total potensi lahan sawah mencapai 20 ribu hektar yang tersebar di seluruh kecamatan.
Informasi ini disampaikan oleh Kabid Operasional Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Khairudin, kepada TribunGorontalo.com, Rabu (08/5/2024).
Khairudin mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan di daerah ini terbilang minim, bahkan hampir tidak pernah terjadi.
Jika ada pun, peralihan fungsi lahan hanya dilakukan untuk komoditas pertanian lain.
Baca juga: 407 Perusahaan di Pohuwato Sumbang 3,4 Miliar Rupiah dari Galian C, Melebihi Target PAD
"Jika lahan tidak lagi produktif untuk pertanian, setahu saya selama ini petani akan menggantinya dengan menanami sayuran atau tanaman lainnya," jelasnya.
Komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian dan produktivitas lahan pertanian di Pohuwato dibuktikan dengan regulasi yang ketat.
Peraturan Daerah (Perda) Lp 2b tentang lahan pertanian berkelanjutan menjadi landasan hukum untuk meminimalkan alih fungsi lahan.
"Diatur dalam Perda LP 2b, tentang pertanin berkelanjutan, sehingga alih fungsi lahan tidak ada di Kabupaten Pohuwato, yang ada hanyalah alih fungsi komoditi pertanian," papar Khairudin.
Meskipun menunjukkan potensi yang besar, Khairudin juga menyampaikan kekhawatirannya terkait dengan penurunan jumlah panen sawah dalam tiga tahun terakhir.
Baca juga: Jembatan Asa Pohuwato Terancam Abrasi, Warga Was-Was
Faktor iklim dan cuaca yang tidak menentu menjadi penyebab utama penurunan ini.
"Produktifitas panen padi memang lagi turun-turunnya, terlebih karena faktor iklim," tutupnya.
Meskipun mengalami penurunan panen, Kabupaten Pohuwato tetap optimis dalam mengembangkan sektor pertaniannya.
Dengan potensi lahan yang luas dan komitmen pemerintah daerah, Pohuwato bertekad untuk menjadi lumbung padi dan penyumbang ketahanan pangan di Gorontalo.
Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian, Kabupaten Pohuwato, Rina Ismail mengatakan total produksi gabah dalam satu kali panen mencapai 20.000 ton gabah.
"20.000 ton gabah dihasilkan dari 2353 Ha, tetapi itu belum dikonversi dalam jumlah total beras," ujarnya.
Kalaupun dikonversi dalam jumlah beras, dari total 20.000 ton gabah dalam satu kali panen bisa mencapai 12.000 ton beras.
"Kami konversi dari gabah ke beras dari total satu kali panen mencapai 12.000 ton beras," tandasnya.
Rina menambahkan hasil panen dari total lahan produktif di Pohuwato belum masuk dalam klasifikasi ekspor.
"Klasifikasinya belum masuk. Ditambah kebutuhan warga lebih prioritas," imbuhnya.
Ke depan tambah Rina, ketika total panen melebihi dalam satu kali panen sesuai jumlah kebutuhan warga Pohuwato akan coba diekspor.
"Kami akan coba eskpor, jika kebutuhan warga telah terpenuhi dan total ketersediaan terlebihkan," tuturnya.
Irvan Djau, petani Pohuwato menyampaikan luas areal lahan produktif di Kecamatan Buntulia capai 7 sampai 10 Ha, di luar dari lahan kering.
"7 sampai 10 Ha, pak. Tapi untuk saat ini yang terpakai hanya untuk menanam padi dan jagung, di luar lahan tidur," tutupnya. (*/Rahman)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.