Kabar Pohuwato
Petani Buntulia Gorontalo Akan Panen Padi Setelah Dua Tahun Mengalami Krisis Air
Kehadiran padi yang telah meninggi ini menjadi angin segar bagi para petani yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mengairi lahan pertanian mereka.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sawah-di-Kecamatan-Buntulia-Kabupaten-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Setelah dua tahun berturut-turut mengalami krisis air dan irigasi petani sawah di Buntulia, Pohuwato, Gorontalo dapat kembali merasakan panen padi.
Tanda-tanda keberhasilan pertanian mulai terlihat dengan munculnya padi yang telah menghijau dan tumbuh subur.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa petani di Buntulia akan segera memanen padi pada tahun 2024.
Kehadiran padi yang telah meninggi ini menjadi angin segar bagi para petani yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mengairi lahan pertanian mereka.
Krisis air dan irigasi telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan dan mata pencaharian mereka.
Baca juga: BNN Provinsi Gorontalo Siapkan Bantuan Hukum Untuk Agus Anwar Terkait Kasus Caleg Dokumen Palsu
Ketua Kelompok Tani Harapan Sejati Kecamatan Buntulia, Sandi Talangi (40), mengungkapkan bahwa petani di wilayah tersebut baru akan panen padi di tahun 2024.
Totalnya kurang lebih 7 hektar untuk wilayah Kecamatan Buntulia CS.
"Kami bersama kelompok tani baru akan panen padi di tahun 2024. Totalnya kurang lebih 7 hektar untuk wilayah Kecamatan Buntulia CS," ungkap Sandi Rabu (08/5/2024).
Senada dengan Sandi, petani lainnya, Irman Talangi (32), merasa senang dan lega karena akhirnya mereka akan segera panen padi setelah dua tahun berturut-turut tidak merasakan panen.
"Kami sangat senang bisa panen padi lagi. Selama dua tahun terakhir, kami benar-benar merasakan dampak dari krisis air dan irigasi akibat aktivitas tambang ilegal," pungkasnya.
Baca juga: Heboh! Ruben Onsu Dikabarkan Mualaf Pasca Isu Perceraian, Benarkah?
Irman juga menjelaskan bahwa krisis air dan irigasi yang melanda petani di Buntulia telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan dan mata pencaharian mereka.
Namun, dengan adanya harapan baru ini, para petani kini berharap mendapatkan hasil panen yang melimpah.
"Semoga ini akan bertaha lama, dan tidak mengalami Krisis air bersih atau irigasi," tutupnya. (*)