Berita Boalemo

Melihat Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Dulupi Boalemo Gorontalo

Melihat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

|
Penulis: Nawir Islim | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/NAWIRISLIM
Tumpukan sampah di TPA Sampah Boalemo Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo - Melihat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Polohungo, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Pantauan TribunGorontalo.com, timbunan sampah sudah menggunung hingga empat meter dari permukaan tanah dan berjejeran sepanjang hampir 100 meter.

Sampah tersebut adalah hasil pembuangan dari truk pengangkut sampah yang mengangkut sampah dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Boalemo.

Selain itu, tempat pembuangan akhir ini, hanya berjarak dua meter dari Jalan Inpres Polohungo.

"Rumah saya memang tidak berada di sekitaran TPA ini, tapi jalan yang selalu saya lewati pasti melewati jalan ini dan baunya sangat busuk serta menyengat," ungkap Muhajir Dako, warga setempat kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (27/4/2024).

Hajir menambahkan, bahwa banyak sekali juga lalat dan ular yang selalu terlihat saat melewati kawasan TPA tersebut.

"Ada lalat bahkan ular, kalau misalnya lewat TPA itu, saya tidak tahu kalau sampah tersebut mau diapakan, tapi setidaknya juga ada pembersihan lah (pengelolaan)," tambahnya.

Hajir berharap ada solusi untuk menghilangkan sampah-sampah tersebut.

"Saya adalah orang awam juga, tapi kalau dibiarkan pasti ini akan bawa penyakit juga kan, jadi setidaknya ada solusi lah untuk pencegahan dan penanganan sampah tersebut," tutupnya.

Darwin Latinapa, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup mengakui belum maksimalnya pengelolaan sampah di TPA tersebut

"Kami juga sangat prihatin melihat kejadian ini, kami juga sudah berupaya menjadikan sampah di TPA tersebut untuk dijadikan sebagai pupuk kompos, tetapi dengan kurangnya sarana seperti pabrik, sangat sulit juga untuk mengatur sampah tersebut," ungkapnya.

Darwin menambahkan, kurangnya anggaran yang diberikan Pemerintah Kabupaten Boalemo, juga sangat mempengaruhi hal tersebut.

"Kami sangat kurang anggaran, jadi untuk membuat pabrik pengolahan sampah sangatlah susah," tambahnya.

Kata Darwin, ia sangat takut akan perkembangan sampah yang makin pesat.

"Tiap harinya, truk pengangkut masuk dengan membawa lebih dari lima ton sampah, saya sangat takut dengan kenaikan angka sampah yang membludak," lanjutnya.

Darwin mengharapkan ada sentuhan dari Pemda untuk mengatasi hal ini.

"Semoga ada bantuan dari pemda dalam masalah lingkungan ini, bisa saja sampah-sampah tersebut merusak lingkungan sekitar, apalagi banyak petani yang menanam jagung di sekitaran TPA ini," tutupnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved