Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Polisi Periksa Aduan Masyarakat soal Dugaan Pungli Oknum Kades di Kecamatan Pulubala Gorontalo

Menurut Pejabat Sementara Kanit III Tipikor Polres Gorontalo, Aiptu Wawan S Tahir, dugaan pungli di pasar hewan itu berdasarkan aduan masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Polisi Periksa Aduan Masyarakat soal Dugaan Pungli Oknum Kades di Kecamatan Pulubala Gorontalo
TribunGorontalo.com
Pejabat Sementara Kanit III Tipikor Polres Gorontalo, Aiptu Wawan S Tahir 

Juga regulasi yang mengatur soal konsumsi dan parsel saat ujian proposal, komprehensif, hasil dan ujian tutup.

"Kami cuma minta makanan berat, makanan ringan, buah dan parsel itu dihilangkan. Sebenarnya tidak apa-apa, asal atas dasar kemauan kami," pintanya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Dosen UNG Gorontalo Dilaporkan Pacarnya Atas Tuduhan Pelecehan

Respons Kampus IAIN

Direktur Pascasarjana, Rahmawati Caco, membantah tudingan-tudingan para mahasiswanya itu.

Ia menjelaskan uang pendaftaran ujian memang sudah diatur dalam SK Rektor.

"Itu ada SK-nya ada sama saya dan semua mahasiswa masuk ke rekening rektor," jelas Rahmawati saat ditemui TribunGorontalo.com, Rabu (28/2/2024).

Rahmawati juga membantah pernyataan mahasiswa diminta biaya katering dan parsel saat ujian.

Bahkan menurutnya, pihak kampus tidak pernah memaksakan hal tersebut. Mereka menganjurkan untuk tidak memberikan barang dan parsel mewah.

"Cukup buah saja, kalau katering itu tidak ada paksaan. Itu adalah kemauan mereka," ucap Rahmawati.

Kampus hanya tidak menyarankan jika cuma dua mahasiswa saja yang menjalani ujian.

"Karena itu berat. Kalau empat orang itu jadi lebih murah (kateringnya). Dan semua makan sampai pak rektor, pembantu rektor, cleaning service makan kalau seperti itu," tambahnya.

Tak hanya itu, Rahmawati juga turut membantah soal makanan yang mencapai 20 dos lebih.

"Tidak juga, paling tinggi dia 15," ujarnya.

Disamping itu, Wakil Rektor 1 IAIN Gorontalo, Sofyan Kau, juga turut membantah tudingan dari para mahasiswa dan alumnus.

Ia menjelaskan makanan pada saat ujian itu disediakan sendiri secara inisiatif oleh mahasiswa.

Sofyan menyebut mahasiswa Pascasarjana yang dibimbingnya tidak pernah mengeluhkan persoalan katering dan parsel.

Menurutnya jika ada yang dikeluhkan mahasiswa seharusnya disampaikan langsung dan tidak perlu takut.

"Seharusnya tidak takut, kan sudah pasca. Semua boleh dikritisi," tegasnya.

 

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: Klik DISINI

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved