Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Polisi Periksa Aduan Masyarakat soal Dugaan Pungli Oknum Kades di Kecamatan Pulubala Gorontalo

Menurut Pejabat Sementara Kanit III Tipikor Polres Gorontalo, Aiptu Wawan S Tahir, dugaan pungli di pasar hewan itu berdasarkan aduan masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Polisi Periksa Aduan Masyarakat soal Dugaan Pungli Oknum Kades di Kecamatan Pulubala Gorontalo
TribunGorontalo.com
Pejabat Sementara Kanit III Tipikor Polres Gorontalo, Aiptu Wawan S Tahir 

Mereka juga disuruh menanggulangi biaya konsumsi pegawai dan dosen di gedung Pascasarjana IAIN Gorontalo.

Jumlah yang harus disediakanpun cukup banyak, sekitar 20 orang bahkan lebih.

Padahal, mereka sudah melunasi administrasi sebelum ujian senilai Rp1 juta. Tapi itu di luar katering dan parsel.

Hal ini dianggap memberatkan mahasiswa, terlebih ada empat kali ujian. Sehingga mereka harus menyediakan biaya ujian proposal, komprehensif, hasil dan ujian tutup.

Hanya saja keluhan-keluhan ini tidak berani disampaikan langsung ke pimpinan Pascasarjana IAIN Gorontalo.

Mereka takut menyampaikan dan kemudian menurut mereka akan sia-sia, bahkan bisa dipersulit dalam urusan perkuliahan.

"Kami takut karena akan sia-sia juga. Terus akan dipersulit," ucap mahasiswi yang tak ingin disebutkan namanya.

Ia mengaku dimintai oknum pegawai dan dosen untuk menyediakan catering setiap kali ujian.

"Catering yang harus disiapkan pun harus mewah. Kalau tidak, kami ditegur bahkan jadi bahan cerita jika konsumsi yang kami siapkan cuma seadanya," ungkapnya.

Tak cukup sampai di situ, mahasiswa pun wajib menyediakan makanan ringan seperti kue dan buah-buahan.

"Tidak disebutkan memang harganya berapa tapi kalau menurut mereka biasa saja, mereka bilang 'delo lia-lia kamari ini yang mo kase makan dosen' (Lihat-lihatlah dulu makanan yang ingin diberikan ke dosen)," ucapnya.

Pendapat serupa dilontarkan mahasiswa pascasarjana lain.

Mahasiswa yang juga tak ingin disebutkan namanya ini merasa menyediakan konsumsi untuk pegawai dan dosen lebih sulit daripada mengerjakan tesis.

"Konsumsi ini selalu membuat saya pusing. Apalagi permintaan ini dan itu dari oknum dosen dan pegawai," kata dia.

Ia pun pernah mendapatkan permintaan parsel dari oknum dosen.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved