Kamis, 5 Maret 2026

Berita Kabupaten Gorontalo

Polisi Periksa Aduan Masyarakat soal Dugaan Pungli Oknum Kades di Kecamatan Pulubala Gorontalo

Menurut Pejabat Sementara Kanit III Tipikor Polres Gorontalo, Aiptu Wawan S Tahir, dugaan pungli di pasar hewan itu berdasarkan aduan masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Polisi Periksa Aduan Masyarakat soal Dugaan Pungli Oknum Kades di Kecamatan Pulubala Gorontalo
TribunGorontalo.com
Pejabat Sementara Kanit III Tipikor Polres Gorontalo, Aiptu Wawan S Tahir 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Oknum kepala desa (kades) di Kecamatan Pulubala diadukan warga atas dugaan pungli.

Menurut Pejabat Sementara Kanit III Tipikor Polres Gorontalo, Aiptu Wawan S Tahir, dugaan pungli di pasar hewan itu berdasarkan aduan masyarakat.

"Iya memang benar, kami sudah menerima aduan dari masyarakat terkait indikasi perbuatan pungli oleh salah satu oknum kepala desa," ungkap Wawan saat ditemui TribunGorontalo.com di Polres Gorontalo, Senin (29/4/2024).

Saat ini, ada 13 saksi telah dimintai keterangan oleh Polres Gorontalo.

Wawan menjelaskan, oknum kades itu dilaporkan karena meminta biaya retribusi di pasar ternak Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

"Berdasarkan aduan masyarakat, bahwa oknum kepala desa ini melakukan pungli dengan meminta biaya retribusi di pasar ternak," jelasnya.

Diketahui aduan masyarakat ini disampaikan ke Polres Gorontalo sebelum Ramadan 1445 H.

Namun sejauh ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

"Kami belum memanggil oknum tersebut karena saat ini masih tahap penyelidikan," jelasnya.

Polres Gorontalo masih akan memanggil beberapa saksi lainnya.

"Jadi kami akan panggil lagi beberapa saksi lainnya sehingga kebenaran dugaan pungli ini memang benar adanya," tandasnya. 

Mahasiswa Lapor Dugaan Pungli di Kampus

Kasus dugaan pungli pernah terjadi di kampus negeri beberapa waktu lalu.

Sejumlah mahasiswa dan alumnus Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo mengeluhkan permintaan katering dan parsel setiap kali ujian.

Pasalnya setiap kali mengikuti ujian, mahasiswa tak hanya diminta menyediakan catering dan parsel untuk penguji saja.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved