Ketupat Gorontalo 2024

3 Makanan Paling Dicari saat Lebaran Ketupat di Gorontalo

Hari raya ketupat Gorontalo dirayakan sepekan usai lebaran Idulfitri. Di hari ketujuh itu, warga merayakan akan bertamu ke rumah-rumah yang menyediaka

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Ponge Aldi
KOLASE TRIBUNGORONTALO
3 makanan yang paling dicari warga saat bertamu di Lebaran Ketupat Gorontalo 

Apabila menggunakan beras pada umumnya, hasilnya akan keras, apalagi media memasaknya menggunakan bambu.

Kata Irma, bambu terlebih dahulu harus dibersihkan bagian luar dan dalamnya.

"Setelah bersih baru nasi yang sudah dicuci dimasukan ke dalam bambu yang berkumur 0,5 meter," terangnya.

Sesudah itu, baru kemudian santan kelapa dan rempah-rempah yang sudah diblender seperti bawang merah, bawang putih dan jahe, ikut dimasukkan.

"Setelah itu baru kemudian dimasak (bakar) dengan api yang cukup besar, adapun waktu memasaknya sekitar satu-dua jam," jelasnya.

- Dodol:

Dodol Gorontalo yang dibungkus dengan daun woka ini menjadi salah satu kudapan penting pada perayaan hari raya Ketupat Gorontalo.

Irma Majid (36), masyarakat di Desa Ombulo, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo membeberkan empat resepnya dan cara memasaknya. 

"Kalau resep, itu hanya beras pulo, santan kelapa, gula merah/aren, dan kacang," terangnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/4/2024).

Adapun untuk cara memasaknya, pertama-tama gula merah yang telah dicairkan dipanaskan dalam belanga besar.

Cara memasaknya harus menggunakan api unggun. Setelah mulai mendidih, beras ketan yang sudah dihaluskan kemudian diisi ke dalam belanga.

"Kemudian disusul dengan santan kelapa," timpalnya.

Lima menit berselang, baru kemudian kacang juga ikut dimasukkan. Setelah itu, belanga harus diaduk terus sampai kondisi dodol mulai menyusut.

"Biasanya enam sampai delapan jam baru matang sempurna," kata Irma.

Proses pengadukan harus dilakukan secara terus-menerus, idealnya harus dilakukan oleh dua orang.

"Kalau mau berhenti mengaduk, matikan apinya," timpalnya. 

Hal itu dilakukan agar dodol tidak hangus dan mengeras dalam belanga. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved