Pemuda Islam Minta Percepat Pemilihan Ketua Takmir Masjid Agung Gorontalo
Hal ini menyusul pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Takmir Masjid Agung, Romi Bakir, yang menyebut banyak donatur buka puasa PHP (pemberi harapan palsu)
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dedi-Muslim-Pemuda-Islam_Masjid-Agung-Gorontalo.jpg)
Sebetulnya RP tak masalah berbuka dengan menu takjil apapun, baik kualitas maupun jumlahnya.
Hanya saja, ia merasa menu takjil itu tidak sesuai dengan ekspektasinya, terutama karena disponsori 20-an orang.
"fto [foto] takjil buka puasa ini nampak biasa sj... Nabi saja hanya berbuka dgn [dengan] dua atau tiga buah kurma..." tulis RP dalam takarir (caption) unggahannya.
Tetapi yang membuat ia heran, menu takjil yang disantapnya itu merupakan sumbangan dari 15 orang pejabat di berbagai instansi.
Bahkan, juga hasil sumbangan dari lima orang pengusaha yang sebetulnya tidak masuk dalam list penyumbang puasa sore itu.
"Kenapa saya tau karena takmirul masjid membacakan nama-nama [penyumbang] sebelum buka puasa," ungkap RP.
Masalahnya, dari lima pengusaha itu dikenal betul oleh RP. Mereka katanya merupakan orang-orang dermawan yang suka berbagi.
Namun, ketika dinikmati, takjil buka puasa itu teksturnya agak keras.
Apalagi, jumlahnya hanya dua biji dengan satu gelas air mineral, sehingga tidak sesuai dengan ekpektasi.
"Saya datang ke masjid ini bersama keluarga. Ingin memperlihatkan suasana buka puasa di masjid besar kebanggaan masyarakat kota gtlo [Gorontalo]," tulis RP.
Pada akhir takarirnya, RP mengungkapkan keherananya dengan menu takjil yang disajikan oleh takmir masjid Agung Baiturahman Gorontalo tersebut.
Kendati disponsori oleh 20 orang, termasuk pejabat dan pengusa, namun sangat berbeda kualitasnya dengan masjid-masjid di kawasan perumahan.
"Cuma saya heran dengan menu buka puasa yang disponsori lebih dari 20 orang ini. Sangat jauh berbeda dengan masjid lain bahkan sekelas masjid di perumahan tidak seperti ini," tutup RP dalam takarirnya.
Saat diakses TribunGorontalo.com Rabu siang(27/3/2024), unggahan RP ini sudah dihapus. (*)