Sabtu, 7 Maret 2026

Pemuda Islam Minta Percepat Pemilihan Ketua Takmir Masjid Agung Gorontalo

Hal ini menyusul pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Takmir Masjid Agung, Romi Bakir, yang menyebut banyak donatur buka puasa PHP (pemberi harapan palsu)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Pemuda Islam Minta Percepat Pemilihan Ketua Takmir Masjid Agung Gorontalo
KolaseTribunGorontalo
Dedi Muslim, Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia Provinsi Gorontalo; Masjid Agung Gorontalo; Takmir Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Romi Bakir. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Provinsi Gorontalo, Dedi Muslim, mendesak percepatan penggantian pengurus Takmir Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo. 

Hal ini menyusul pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Takmir Masjid Agung, Romi Bakir, yang menyebut banyak donatur buka puasa PHP (pemberi harapan palsu).

Pun Romi mengaku jika pihaknya harus mencari cara untuk menyediakan buka puasa.

"Selaku organisasi kepemudaan sangat menyayangkan atas statement oleh pelaksana tugas takmirul masjid," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (27/03/2024).

Dedi menilai pernyataan Romi tidak pantas dilontarkan dan berpotensi membuat jamaah masjid sakit hati. 

Baca juga: Viral Takjil Buka Puasa Masjid Agung Gorontalo tak Sesuai Ekpektasi, Padahal Disponsori Pejabat

"Dari kemarin tidak pernah ada takmir mengeluh, karena ini kerja sukarela," jelasnya.

Menurutnya, menyediakan takjil untuk jamaah merupakan salah satu tugas utama takmir masjid.

"Masyarakat tidak perlu makanan mewah. Bubur adalah salah satu menu pilihan yang wajib ada, apalagi banyak lansia yang berbuka di masjid," ujar Dedi.

Selain masalah donatur buka puasa, Dedi juga menyoroti kurangnya perhatian pengurus masjid terhadap fasilitas yang digunakan jamaah, seperti air wudhu dan toilet yang sering bocor.

"Kalo boleh secepatnya melaksanakan musyawarah untuk pemilihan ketua takmirul terbaru," tegas Dedi.

Sebelumnya, Takmirul Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo, Romi Bakir, mengaku sering dikecewakan donatur.

Sebab menurutnya, beberapa kali danatur yang mestinya dijadwalkan tidak datang menyediakan buka puasa alias PHP.

Hal ini mengakibatkan jemaah terancam berbuka puasa dengan menu seadanya, bahkan air putih saja.

Pernyataan takmir ini menanggapi unggahan seorang warga Gorontalo dengan akun RP di Facebook. 

Ia membagikan pengalamannya di media sosial mengenai menu buka puasa di Masjid Agung yang tidak sesuai ekspektasi.

RP menyebut menu tersebut jauh berbeda dengan masjid lain, karena dijadwalkan ada beberapa pejabat dan pengusaha yang akan memberikan buka puasa.

"Di jadwal ada 15 orang sponsor, tapi sampai berbuka tidak ada yang memberikan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com.

Akibatnya, Romi harus mengeluarkan dana pribadinya untuk menyediakan menu buka puasa bagi para jemaah.

"Kita harus putar otak untuk beli kue, tetap dibacakan nama donatur sebagai pengingat," jelasnya.

Namun, hal ini justru menimbulkan kesalahpahaman di antara jemaah yang menganggap menu buka puasa tidak sesuai ekspektasi.

"Kalau kita tidak berpikir mungkin hanya air putih yang ada di situ," kata Romi.

Postingan Viral

Sebuah unggahan facebook viral di Gorontalo. Ditulis oleh akun berinisial RP.

Unggahan berupa dua foto itu disertai caption yang maksudnya cukup tersirat.

Saat diakses, unggahan itu sepertinya diunggah Senin pagi (25/3/2024).

Berisi curhatan RP terkait menu takjil di masjid tersebut. 

Memang, RP tidak menyebutkan di mana menu takjil tersebut.

Namun jika dilihat foto-foto yang ia bagikan, ia sepertinya sedang berada di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo, jl Nani Wartabone, Limba B, Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Unggahan RP menarik banyak komentar hingga dibagikan oleh nyaris 300-an pengguna facebook lainnya. 

RP dalam unggahannya seperti menyindir pengurus masjid dengan hanya menyajikan menu takjil sederhana.

Sebetulnya RP tak masalah berbuka dengan menu takjil apapun, baik kualitas maupun jumlahnya.

Hanya saja, ia merasa menu takjil itu tidak sesuai dengan ekspektasinya, terutama karena disponsori 20-an orang. 

"fto [foto] takjil buka puasa ini nampak biasa sj... Nabi saja hanya berbuka dgn [dengan] dua atau tiga buah kurma..." tulis RP dalam takarir (caption) unggahannya. 

Tetapi yang membuat ia heran, menu takjil yang disantapnya itu merupakan sumbangan dari 15 orang pejabat di berbagai instansi. 

Bahkan, juga hasil sumbangan dari lima orang pengusaha yang sebetulnya tidak masuk dalam list penyumbang puasa sore itu. 

"Kenapa saya tau karena takmirul masjid membacakan nama-nama [penyumbang] sebelum buka puasa," ungkap RP. 

Masalahnya, dari lima pengusaha itu dikenal betul oleh RP. Mereka katanya merupakan orang-orang dermawan yang suka berbagi. 

Namun, ketika dinikmati, takjil buka puasa itu teksturnya agak keras.

Apalagi, jumlahnya hanya dua biji dengan satu gelas air mineral, sehingga tidak sesuai dengan ekpektasi. 

"Saya datang ke masjid ini bersama keluarga. Ingin memperlihatkan suasana buka puasa di masjid besar kebanggaan masyarakat kota gtlo [Gorontalo]," tulis RP. 

Pada akhir takarirnya, RP mengungkapkan keherananya dengan menu takjil yang disajikan oleh takmir masjid Agung Baiturahman Gorontalo tersebut. 

Kendati disponsori oleh 20 orang, termasuk pejabat dan pengusa, namun sangat berbeda kualitasnya dengan masjid-masjid di kawasan perumahan. 

"Cuma saya heran dengan menu buka puasa yang disponsori lebih dari 20 orang ini. Sangat jauh berbeda dengan masjid lain bahkan sekelas masjid di perumahan tidak seperti ini," tutup RP dalam takarirnya. 
 
Saat diakses TribunGorontalo.com Rabu siang(27/3/2024), unggahan RP ini sudah dihapus. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved