Pemuda Islam Minta Percepat Pemilihan Ketua Takmir Masjid Agung Gorontalo
Hal ini menyusul pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Takmir Masjid Agung, Romi Bakir, yang menyebut banyak donatur buka puasa PHP (pemberi harapan palsu)
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dedi-Muslim-Pemuda-Islam_Masjid-Agung-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Provinsi Gorontalo, Dedi Muslim, mendesak percepatan penggantian pengurus Takmir Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo.
Hal ini menyusul pernyataan Pelaksana Tugas (Plt) Takmir Masjid Agung, Romi Bakir, yang menyebut banyak donatur buka puasa PHP (pemberi harapan palsu).
Pun Romi mengaku jika pihaknya harus mencari cara untuk menyediakan buka puasa.
"Selaku organisasi kepemudaan sangat menyayangkan atas statement oleh pelaksana tugas takmirul masjid," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (27/03/2024).
Dedi menilai pernyataan Romi tidak pantas dilontarkan dan berpotensi membuat jamaah masjid sakit hati.
Baca juga: Viral Takjil Buka Puasa Masjid Agung Gorontalo tak Sesuai Ekpektasi, Padahal Disponsori Pejabat
"Dari kemarin tidak pernah ada takmir mengeluh, karena ini kerja sukarela," jelasnya.
Menurutnya, menyediakan takjil untuk jamaah merupakan salah satu tugas utama takmir masjid.
"Masyarakat tidak perlu makanan mewah. Bubur adalah salah satu menu pilihan yang wajib ada, apalagi banyak lansia yang berbuka di masjid," ujar Dedi.
Selain masalah donatur buka puasa, Dedi juga menyoroti kurangnya perhatian pengurus masjid terhadap fasilitas yang digunakan jamaah, seperti air wudhu dan toilet yang sering bocor.
"Kalo boleh secepatnya melaksanakan musyawarah untuk pemilihan ketua takmirul terbaru," tegas Dedi.
Sebelumnya, Takmirul Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo, Romi Bakir, mengaku sering dikecewakan donatur.
Sebab menurutnya, beberapa kali danatur yang mestinya dijadwalkan tidak datang menyediakan buka puasa alias PHP.
Hal ini mengakibatkan jemaah terancam berbuka puasa dengan menu seadanya, bahkan air putih saja.
Pernyataan takmir ini menanggapi unggahan seorang warga Gorontalo dengan akun RP di Facebook.
Ia membagikan pengalamannya di media sosial mengenai menu buka puasa di Masjid Agung yang tidak sesuai ekspektasi.