Ramadan Gorontalo 2024
Ratusan Kamera Abadikan Momen Koko'o Talumolo di Bundaran Saronde saat Malam Ramadan Gorontalo
Koko'o Talumolo, tradisi membangunkan sahur dengan bunyi kentongan bambu, dimulai sekitar pukul 22.30 WITA dan melintasi Bundaran Saronde pada pukul 2
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kemeriahan-kegiatan-ketuk-sahur-bertajuk-Kokoo-Talumolo-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Bundaran Saronde menjadi saksi bisu antusiasme warga Gorontalo menyambut tradisi Koko'o Talumolo di malam pertama Ramadan 1445 Hijriah.
Ratusan kamera handphone terpantau mengabadikan momen ikonik ini.
Koko'o Talumolo, tradisi membangunkan sahur dengan bunyi kentongan bambu, dimulai sekitar pukul 22.30 WITA dan melintasi Bundaran Saronde pada pukul 22.50 WITA.
Perpaduan suara pengeras suara dan kentongan yang dipukul ribuan peserta menjadi daya tarik utama.
Baca juga: Kokoo Talumolo Gorontalo Pecahkan Rekor di Usia Satu Dekade, Tempuh Rute 6.3 Km
Sri Desiana, warga Bone Bolango, mengaku ingin mengabadikan momen langka ini.
"Kan tiap tahun dua kali, sebelum Ramadan dan Sehari sebelum lebaran, jadi harus diabadikan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com.
Desi, yang baru pertama kali melihat tradisi ini secara langsung, berharap dapat kembali menyaksikannya di malam takbiran.
Indriyani Lihawa, warga lainnya, memilih untuk melakukan live streaming di media sosialnya.
"Biar teman-teman saya di Facebook dapat lihat ini tradisi biar cuma lewat handphone saja," tuturnya.
Niat baik Indri untuk berbagi kemeriahan Koko'o Talumolo direspon beragam. Ada yang mendukung, tak sedikit pula yang mencibir.
Baca juga: Ratusan Remaja Desa Pangi Gorontalo Lanjutkan Tradisi Toki Peleku Sahur
"Dihiraukan saja orang begitu, toh saya tidak merugikan dia," kata Indri dengan santai.
Antusiasme warga Gorontalo dalam mengabadikan Koko'o Talumolo menunjukkan tradisi ini bukan hanya ritual membangunkan sahur.
Namun, Koko'o Talumolo jadi momen istimewa untuk menyambut Ramadan dan melestarikan budaya Gorontalo.
Sebagai informasi, Koko'o merujuk pada kegiatan memukul-mukul bambu atau kentongan.
Sementara Talumolo adalah asal pemuda yang memasifkan kegiatan ini dalam 10 tahun terakhir.