Anak 12 Tahun dari Gorontalo Sabet Juara 3 Panahan Berkuda di Tingkat Nasional

Grand Prix Indonesia Equestrian Archery merupakan perlombaan panahan berkuda yang digelar di Kota Bogor pada 5 - 9 Maret 2024.

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
tribunGorontalo
Juara nasional panahan berkuda. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Danis Abdillah Al Faqih, seorang anak berumur 12 tahun dari Gorontalo berhasil menyabet juara 3 di Indonesia Equestrian Archery.

Grand Prix Indonesia Equestrian Archery merupakan perlombaan panahan berkuda yang digelar di Kota Bogor pada 5 - 9 Maret 2024.

Pada kejuaraan itu Danis berhasil menyabet juara 3 dari 40 peserta Se-Indonesia dan Malaysia.

Orang tua Danis, Bambang menceritakan awal mula anaknya menyukai olahraga memanah berkuda itu.

Pada tahun 2023, Danis awalnya hanya menyukai olahraga berkuda. Dalam sepekan hampir 2 - 3 kali ia mendalami olahraga ini.

Namun, karena menemukan olahraga memanah dengan berkuda di Wadala Stable, Danis kemudian belajar panahan sambil mengendarai kuda di tempat tersebut.

Sebagai informasi, Wadala Stable beralamat di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.

"Setahun terakhir ini anak saya baru fokus di memanah berkuda. Sebelumnya, cuman berkuda saja," ujar Bambang melalui sambungan telepon, Selasa (12/3/2024).

Danis merupakan anak yang masih duduk di bangku sekolah kelas 6 SD di Al - Hijrah, Gorontalo.

Pada bulan November 2023 lalu, Danis mulai membidangi olahraga memanah berkuda. Dilatih oleh orang Hungaria di Malaysia.

Usai belajar di Malaysia, Danis kemudian balik ke Indonesia belajar lagi di Kota Bogor dengan orang Hungaria juga. Namun pelatih berbeda.

"Hanya sekitar satu pekan Danis belajar di Kota Bogor itu, tanpa didampingi orang tua dan pelatih dari Gorontalo," lanjut Bambang.

Sebelum mengikuti Grand Prix Indonesia Equestrian Archery di Bogor, Danis sempat mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Berkuda Memanah di Jakarta pada September 2023 lalu mewakili Gorontalo.

Di Kejurnas itu, Danis masuk kategori Junior dan peserta paling termuda dibanding dengan peserta lainnya.

Menariknya lagi, tiap kali Danis mengikuti kejuaaran memanah berkuda, ia tak pernah didampingi pelatih maupun orang tuanya.

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved