Selasa, 3 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

Pesan Wali Kota Gorontalo Marten Taha saat Acara Adat Motenggeyamo

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha memberikan sambutan dalam acara adat Motenggeyamo di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Minggu (10/03/2024) malam

Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto Pesan Wali Kota Gorontalo Marten Taha saat Acara Adat Motenggeyamo
TRIBUNGORONTALO/ANDIKAMACHMUD
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha memberikan sambutan dalam acara adat Motenggeyamo di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Minggu (10/03/2024) malam 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wali Kota Gorontalo, Marten Taha memberikan sambutan dalam acara adat Motenggeyamo di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Minggu (10/03/2024) malam

Marten Taha menjelaskan bahwa pemerintah kota sudah mendengarkan konferensi pers yang dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama.

"Kita sudah dengarkan dengan cermat konferensi pers, hasil sidang isbat," ungkapnya saat memberi sambutan.

Pengumuman puasa tersebut, ungkap Marten, jatuh pada 12 Maret 2024.

"Artinya kita melaksanakan puasa pada 1 Ramadan itu mulai 12 Maret 2024," ungkapnya.

Meski beberapa saat telah mendengar organisasi islam lain telah mengumumkan dan melaksanakan shalat Tarawih, ungkap Marten, namun dirinya menjelaskan terjadinya perbedaan adalah hal yang lumrah.

Marten mengungkap justru adanya perbedaan itu harusnya bisa saling menyatukan.

ApalagiRamadan adalah bulan yang paling ditunggu oleh umat muslim di seluruh dunia, terkhususnya Kota Gorontalo.

"Mari kita sambut dengan penuh suka cita untuk kita isi (bulan Ramadan) dengan seluruh amal," ungkapnya.

Marten melihat jika daerah yang dikenal dengan Serambi Madinah tersebut sangat berbeda suasananya ketika menjelang dan saat menjalani bulan Ramadan.

Selain itu, Marten mengaku bahwa dirinya telah menandatangani surat edaran khusus untuk bulan Ramadan.

Surat edaran tersebut adalah agar seluruh aktivitas dan kegiatan yang bernuansa di luar religi dan berpotensi mengganggu aktivitas Ramadan itu dihentikan.

"Kalo untuk film, jangan memutar film yang mengganggu ibadah atau jalannya puasa, kita ingin semua teratur dan tertib," jelasnya.

Selain itu, Marten menjelaskan misi dari pemerintah kota adalah mewujudkan masyarakat Kota Gorontalo yang religi.

"Religi itu bagian penting dari pembinaan akhlak masyarakat," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved