Human Interest Story
Cerita Suleman Israfil, Sarjana yang Tak Malu Jualan Rempah di Pasar
Suleman Israfil (45) seorang lulusan Sarjana dari salah satu kampus di Kota Gorontalo, telah menemukan kebahagiaan dan kebebasan dalam profesi berdaga
Penulis: Rahman Halid | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suleman-Israfil-68889.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO - Suleman Israfil (45) sarjana yang tak malu berjualan di Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Meskipun memiliki gelar sarjana, Suleman lebih memilih menjadi pedagang rempah termasuk cabai selama 10 tahun
Bagi Suleman, menjadi pedagang bukanlah sekadar pekerjaan, melainkan sebuah profesi yang memberikan kebebasan yang sulit dicapai di pekerjaan lain.
"Saya bisa menentukan waktu kapan untuk bekerja dan kapan untuk berhenti bekerja. Ini memberi saya fleksibilitas yang sangat saya hargai," ungkap Suleman dengan senyuman.
Meski pekerjaannya terbilang sederhana, Suleman berhasil membuktikan bahwa kebahagiaan tidak selalu terletak pada profesi yang dianggap bergengsi.
Dalam sebulan, dengan berjualan rempah-rempah, terutama cabai, Suleman mampu meraih keuntungan sebesar Rp. 4.000.000.
Angka ini mencerminkan keberhasilan dan ketekunan Suleman dalam menjalankan usahanya.
"Saya menyukai ide bahwa saya bisa mendapatkan uang harian dari berdagang. Ini memberi saya kepuasan tersendiri, melihat hasil keras kerja saya setiap hari," pungkasnya.
Meskipun memiliki gelar sarjana, Suleman tidak pernah terpikir untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Menurutnya, menjadi PNS hanya akan mengikatnya pada rutinitas dan hanya mengharapkan penghasilan bulanan.
Suleman lebih memilih jalur yang memberinya kebebasan untuk mengatur waktu dan mendapatkan penghasilan harian.
"PNS mungkin bagi sebagian orang adalah pilihan yang baik, tetapi saya ingin mendapatkan uang setiap hari dengan usaha saya sendiri. Berdagang memberi saya kebebasan dan kesempatan untuk berkembang," jelasnya.
Meski memiliki pendirian kuat terhadap profesi pekerjaan, Suleman tetap bersyukur dengan pekerjaan yang dia jalani saat ini.
Baginya, kepuasan dan kebebasan yang diperoleh dari berdagang tidak tergantikan oleh apapun.
Ia berharap bahwa lebih banyak orang dapat menemukan kebahagiaan dalam melakukan apa yang mereka cintai, seperti dirinya dalam berdagang cabai di pasar Marisa. (*/Rahman)
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|
| Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|