Beras Gorontalo

Harga Tak Kunjung Turun, Pedagang dan Pembeli Beras di Boalemo Gorontalo Sama-sama Menjerit

Kenaikan harga ini tak hanya berdampak pada pembeli, tetapi juga pada penjual. Para pedagang mengeluh karena masyarakat kini tidak lagi membeli beras

Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Beras di Pasar Boalemo, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta -- Pedagang di Pasar Tradisional Tilamuta, Kabupaten Boalemo, mengeluhkan harga beras yang tak kunjung turun.

Kenaikan harga ini tak hanya berdampak pada pembeli, tetapi juga pada penjual.

Para pedagang mengeluh karena masyarakat kini tidak lagi membeli beras dalam jumlah banyak.

Baca juga: Kantor Bappeda Provinsi Gorontalo Gunakan PLTS Atap On Grid 25 kWp, Apa Itu?

Hal ini menyebabkan beras lama terjual dan perputaran modal menjadi lambat.

Di sisi lain, para penyetok beras justru mendapatkan keuntungan lebih karena menjual beras dalam jumlah besar.

Sutejo, salah satu pedagang beras di Pasar Tilamuta, membenarkan hal tersebut.

"Pendapatan dari beras memang tinggi karena harganya, tapi karena itu pula masyarakat jarang membeli beras," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (27/2/2024). 

Sutejo menambahkan bahwa solusi untuk masalah ini belum ada.

Persawahan lokal di Kecamatan Wonosari baru akan panen pada bulan April-Mei.

Baca juga: Krisis Air Bersih, Masyarakat Desa Bakti Gorontalo Manfaatkan Air Hujan untuk Keperluan Sehari-hari

Hal ini menyebabkan tidak ada perputaran beras dan hanya bisa berharap pada pasokan beras dari luar daerah.

Saat ini, persediaan beras di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Sidrap yang menjadi pemasok beras terbanyak, mulai menipis.

Panen berikutnya baru akan terjadi pada bulan April. Hal ini menjadi faktor langkanya beras dan naiknya harga beras di berbagai daerah.

Baca juga: Dapur Ambruk Dua Kali, Satu Keluarga di Desa Pulubala Gorontalo Mengungsi ke Rumah Tetangga

Kenaikan harga beras juga dikeluhkan oleh pembeli. Ayu Fadana, salah satu pembeli beras, mengatakan bahwa harga beras yang tinggi berdampak buruk bagi masyarakat.

"Beras kualitas tinggi sekarang harganya mahal dan yang bisa dibeli hanya yang kualitas standar," ungkapnya.

Ayu menambahkan bahwa kenaikan harga beras bertepatan dengan tanggal tua, sehingga semakin menambah kesulitan bagi masyarakat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved