PEMPROV GORONTALO

BPBD Provinsi Gorontalo Jadikan 267 Desa Tangguh Bencana

Penata Penanggulangan Bencana Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Provinsi Gorontalo, Sofyan Adjara, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/

|
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO/HUSNUPUHI
Penata Penanggulangan Bencana Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Provinsi Gorontalo, Sofyan Adjara, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/2/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo telah menjadikan 267 desa di Gorontalo sebagai desa tangguh bencana.

Desa tangguh bencana merupakan desa yang memiliki warga penduduk paham dalam menghadapi ancaman bencana dan memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi.

Dalam bahasa BPBD desa tersebut biasa disebut destana. Di mana warga yang bermukim di destana itu bisa memulihkan diri dengan cepat atas terdampak dari bencana yang merugikan.

"Destana itu merupakan desa yang bisa cepat pulih dari bencana yang melanda. Masyarakatnya juga paham akan penanggulangan bencananya," ungkap Sofyan Adjara Penata Penanggulangan Bencana Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Provinsi Gorontalo, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (27/2/2024).

Kata Sofyan, saat ini telah ada 267 desa yang dibentuk oleh BPBD Provinsi Gorontalo sejak 2013 lalu.

Diketahui, total keseluruhan desa dan kelurahan di Provinsi Gorontalo sebanyak 729. Namun, baru 267 yang menjadi Destana.

Hal tersebut menurut Sofyan, harus perlu diperbanyak lagi. Sebab, betapa pentingnya masyarakat memahami terkait penanggulangan bencana.

Dalam pembentukan Destana, warganya akan diajarkan bagaimana bersifat mandiri dalam menghadapi bencana.

Sebagai contoh, warga nantinya akan dibuatkan peta bencana oleh BPBD dan akan diajarkan bagaimana menanggulanginya.

"Dalam Destana itu, warganya kita latih terkait teknik evakuasi saat terjadi bencana, hingga proses akhir," jelasnya.

Untuk menjadikan Destana, BPBD perlu memakan waktu sampai lima hari lamanya. Sebab, mulai dari pemetaan bencana, simulasi, hingga proses evakuasi akan disosialisasikan di dalamnya.

Kendati begitu, pihak BPBD tahun ini belum akan menyosialisasikan Destana tersebut. Sebab, masih terkendala dengan anggaran.

 "Kalau tahun lalu ada tiga desa yang kami bentuk, tahun ini kemungkinan belum, karena masih terkendala dengan anggaran," pungkasnya. (*/ADV)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved