Human Interest Story
Merri Numberi Selesaikan Kuliah di Gorontalo, Tiga Tahun tak Pernah Pulang Papua
Meski wisuda kali ini tidak ditemani oleh orang tua, Merri tetap bahagia dan merayakan hal tersebut bersama teman-temannya dalam satu beasiswa.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-02-22_Merri-Numberi.jpg)
"Merantau buat saya seperti tantangan, karena susah pulang," ucapnya.
Saat ditemui TribunGorontalo.com, Merri hanya merayakan wisudanya dengan teman-temannya.
Merri mengaku saat awal merantau, ia sering mengalami homesick saat 1-2 bulan pertama.
"Saya awalnya 1-2 bulan merantau itu suka balik lagi ke daerah," ungkapnya.
Namun dibalik itu semua, Merri merasa jika masyarakat Gorontalo sangat baik untuk menerima mahasiswa perantau dari luar daerah.
Sekarang ia merasa di perantauan ini banyak mendapatkan pembelajaran hidup.
Merri saat ini berencana untuk pulang ke kampung halamannya untuk mengabdi di tempat kelahiran.
Baca juga: Amplop Berisi Gaji Seorang Anggota KPPS Gorontalo Tercecer di Jalan, Padahal untuk Biaya Wisuda Anak
Ia berpesan kepada adik-adiknya yang berada di Papua untuk tidak perlu takut memulai sesuatu.
"Jangan takut mulai sesuatu dan semangat karena setiap orang punya proses masing-masing," ungkapnya.
Ia yakin dengan perantauannya di Gorontalo selalu mempunyai arti tersendiri.
"Saya yakin, ditempatkan disini berarti Tuhan punya rencana untuk semuanya," ungkapnya.
Teman Merri, Monika Sokoy, mengatakan jika mereka saling mendukung satu sama lain.
"Kami saling support satu sama lain," ucapnya.
Mahasiswa Administrasi Publik ini mengaku jika mereka sering berkumpul jika ada acara-acara tertentu.
Wanita asal Papua Jayapura ini mengharapkan agar bisa tetap menjadi keluarga yang saling mendukung.
"Tetaplah jadi keluarga, saling mendukung," tutupnya.
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|