Human Interest Story
Merri Numberi Selesaikan Kuliah di Gorontalo, Tiga Tahun tak Pernah Pulang Papua
Meski wisuda kali ini tidak ditemani oleh orang tua, Merri tetap bahagia dan merayakan hal tersebut bersama teman-temannya dalam satu beasiswa.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2024-02-22_Merri-Numberi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Merri Numberi mahasiswa asal Kota Serui, Jayapura, Papua menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rabu (21/2/2024).
Selama berkuliah, Merri menjelaskan ia mendapatkan banyak pembelajaran tentang hidup.
Meski wisuda kali ini tidak ditemani oleh orang tua, Merri tetap bahagia dan merayakan hal tersebut bersama teman-temannya dalam satu beasiswa.
Baca Selanjutnya: Fitrianti djauhari rela jualan es teler asal bisa kuliah di Poligon Gorontalo
Ia menjelaskan alasan utama dibalik pemilihannya merantau ke daerah Gorontalo salah satunya karena direkomendasikan oleh orang lain.
"Saya pilih UNG karena ibu kepala sekolah SMA (Sekolah Menengah Atas) saya berasal dari UNG, jadi dia alumni dari sini," ucapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (21/02/2024).
Selain itu, ia melakukan perantauan karena Merri saat ini mendapatkan beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
ADik adalah beasiswa khusus untuk putra daerah dari wilayah Papua.
Di UNG, Merri tertarik mengambil jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
"Di MIPA saya ambil matematika," ungkap Merri.
Baca juga: Jasa Photobooth Laris Manis di Wisuda Universitas Negeri Gorontalo, Segini Tarifnya
Kesulitan yang sering dialami oleh Merri tidak jauh dari tutur bahasa yang berbeda.
Merri mengaku jika saat berkuliah di UNG, ia kesulitan untuk bisa menyesuaikan dengan logat yang berada di Gorontalo.
Untuk bisa menyesuaikan diri dengan baik, kata Merri, ia baru bisa mengikuti logat di daerah Gorontalo setelah dua sampai tiga tahunan berada di Serambi Madinah ini.
Kemudian, Merri juga ternyata tidak pernah pulang ke kampung halamannya semenjak memulai perkuliahan hingga dirinya wisuda.
"Saya tidak pernah pulang ke kampung halaman karena mahalnya tiket pesawat," ucapnya.
Selain itu, akibat dari mahalnya tiket pesawat, kata Merri, ia harus rela jika orang tuanya tidak bisa untuk datang ke perayaan wisudanya.
| Sosok Cindy Sakila Dauda, Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter di Gorontalo |
|
|---|
| Polisi Muda di Gorontalo Ini Jualan Siomay Pakai Bentor, Omzet Bisa Jutaan per Malam |
|
|---|
| Sri Muliani Dama, Mahasiswi Gorontalo yang Tekuni Literasi hingga Jadi Ketua Senat Mahasiswa |
|
|---|
| Ajoeba Wartabone dan Jurnalisme Kebangsaan di Masa Revolusi Indonesia |
|
|---|
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|