Pemkot Gorontalo

Pemkot Gorontalo Salurkan Gaji untuk Para Guru Ngaji

Hal tersebut dapat dinilai sebagai bentuk dukungan bagi para pengajar maupun para imam dalam mewujudkan program Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.

Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Wali Kota Gorontalo, Marten Taha menyalurkan bantuan dari PT Astra Jakarta kepada para guru ngaji dan imam masjid. 

Bantuan itu disalurkan secara simbolis oleh wali kota dua periode itu melalui Yayasan Putra Mandiri.

Penyerahan bantuan di Kedai Tuli Sipatana, Kota Gorontalo pada Senin (19/2/2024) malam hari. 

Sebagai orang yang dipercayakan untuk memberikan bantuan, Marten tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak penyalur.

Baca juga: Tak Ingin Generasi Muda Terjerumus Narkoba, Pemkot Gorontalo Buat Perwako

Bagi Marten, bantuan yang diberikan itu sangat berharga bagi para guru ngaji dan imam masjid. 

Hal tersebut dapat dinilai sebagai bentuk dukungan bagi para pengajar maupun para imam dalam mewujudkan program Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.

Salah satu program yang dimiliki Pemkot Gorontalo adalah menjadikan wilayah kota sebagai daerah yang religius.

Marten berharap dengan adanya bantuan tersebut, para guru ngaji dan imam masjid bisa mengerjakan pekerjaannya dengan baik.

Ia berharap, warga Kota Gorontalo bisa semakin religius dan bisa memahami makna dari toleransi antar umat beragama.

Baca juga: Wali Kota Gorontalo Marten Taha Paparkan Kebijakan Pemkot Sukseskan Pemilu 2024

Secara tegas, Marten mengatakan, bahwa warga Kota Gorontalo tak perlu ragu untuk menyalurkan bantuan melalui Yayasan Putra Mandiri.

Sebab, ketika mendapatkan amanah, pasti akan diteruskan oleh yayasan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Marten juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Putra Mandiri, karena secara berkelanjutan melakukan pembinaan kepada para lanjut usia (Lansia).

Tak hanya itu, Yayasan Putra Mandiri juga selama ini telah membina para disabilitas, yaitu orang yang berkebutuhan khusus, dengan cara diberikan sarana untuk berusaha.

"Dampaknya sangat besar, yakni mereka tidak meminta-minta kesana kemari, dan dengan sarana seperti ini mereka bisa mengembangkan usahanya sekaligus bisa menghidupi keluarganya," kata Marten.

"Dan saya ikuti terus, kiprah daripada Yayasan Putra Mandiri dalam membina mereka-mereka yang tidak berdaya. Kalau membina mereka yang berdaya mudah untuk bisa mengakses permodalan, pemasaran ataupun apa saja yang kita butuhkan dengan mudah. Tetapi, bagi mereka yang kurang mampu, seperti memfasilitasi anak-anak disabilitas ini suatu hal yang tidak mudah," sambungnya.

Diketahui, Yayasan Putra Mandiri menjalin kerja sama dengan Pemkot Gorontalo, Kementrian Agama, dan lembaga-lembaga lainnya. Baik instansi pemerintah maupun swasta. 

Baca juga: Pemkot Gorontalo Gelontorkan Dana Rp 107 Miliar, Demi Tuntaskan Kemiskinan Ekstrem

Lembaga-lembaga lain yang mau menyalurkan bantuan kepada orang yang membutuhkan, bisa menggunakan mediator Yayasan Putra Mandiri.

"Oleh karena itu, tentunya pak Raden dalam hal ini adalah suatu tanggungjawab, amanah yang perlu dijalankan dengan penuh rasa tanggungjawab, agar bantuan-bantuan berikutnya itu bisa mengalir lagi, untuk masyarakat yang ada di Kota Gorontalo," lanjutnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kerjasama yang dijalin selama ini, telah membuahkan hasil di berbagai bidang. 

Sebagai contoh, pelaku UMKM, bahkan dalam seni juga terbentuk grup band Netra, di mana seluruh personel band adalah kaum disabilitas.

"Dengan perantara Yayasan Putra Mandiri, saya berharap para disabilitas, para lansia, dan mereka yang berkebutuhan khusus ini, akan terus berkembang, dan mengurangi jumlah masyarakat yang tergolong miskin ekstrem," tandasnya. (*) ADVERTORIAL

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved