Sains dan Teknologi

Canggih! Biosensor Portabel Ini Deteksi Kanker Payudara Hanya dari Air Liur

Studi mereka mengungkapkan hasil yang menjanjikan dari alat skrining kanker payudara portabel yang dapat mengidentifikasi indikator penyakit dari samp

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
FreePIC
Ilustrasi kanker payudara. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kolaborasi Amerika Serikat-Taiwan telah mengembangkan biosensor portabel.

Penelitian ini berpotensi menyelamatkan nyawa dengan memungkinkan skrining kanker payudara yang cepat, murah, dan akurat.

Dikutip dari Jerusalem Post. Penelitian terkait hal ini berjudul "High-sensitivity saliva-based biosensors for the detection of breast cancer biomarkers (HER2 dan CA15-3)".

Penelitian dilakukan bersama oleh University of Florida dan National Yang-Ming Chiao Tung University di Taiwan dan diterbitkan dalam Journal of Vacuum Science & Technology B.

Studi mereka mengungkapkan hasil yang menjanjikan dari alat skrining kanker payudara portabel yang dapat mengidentifikasi indikator penyakit dari sampel air liur kecil.

Konsep biosensor mereka menggunakan kertas tes strip yang telah secara khusus diperlakukan dengan antibodi yang berinteraksi dengan komponen biomarker kanker yang ditargetkan, serta platform perangkat lunak open-source Arduino.

Kanker payudara adalah kanker yang paling sering terdeteksi secara global, dengan lebih dari 2,3 juta kasus baru dan 685.000 kematian per tahun.

Diperkirakan dampak kanker payudara akan semakin buruk di masa depan dengan perkiraan mencapai lebih dari tiga juta kasus baru dan satu juta kematian pada tahun 2040.

Setelah menempatkan sampel air liur pada strip, situs kontak listrik perangkat biosensor menerima pulsa listrik.

Pulsa ini menyebabkan biomarker mengikat antibodi dan mengubah muatan dan kapasitansi elektroda.

Akibatnya, terjadi pergeseran pada sinyal output yang dapat dianalisis untuk menentukan jumlah biomarker yang ada secara digital. Dibandingkan dengan desain lain, desain ini revolusioner.

Hasil tes mammogram, ultrasound, dan MRI bisa memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk diterima, mahal, dan membutuhkan peralatan besar khusus.

Sedangkan biosensor hanya membutuhkan setetes air liur dan dapat memberikan hasil tes yang akurat bahkan jika konsentrasi biomarker kanker dalam sampel hanya satu quadrillionth gram, atau satu femtogram, per mililiter.

Kanker payudara adalah jenis kanker yang dimulai sebagai pertumbuhan sel pada jaringan payudara.

Setelah kanker kulit, kanker payudara adalah kanker paling umum yang didiagnosis pada wanita di Amerika Serikat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved