Kebakaran di JDS
Korban Kebakaran di JDS Kota Gorontalo Nebeng di Rumah Tetangga
Ervan Mahmud, salah satu korban yang kehilangan tempat tinggalnya, berencana untuk menetap sementara di rumah keluarganya yang terletak tepat di sebel
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rumah-sementara-ditinggali-korban-kebakaran-di-JDS-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kebakaran yang melanda sebuah rumah di Jl Pangeran Hidayat atau jalan dua susun (JD), Kota Gorontalo, pada Kamis dini hari (15/2/2024) malam, meninggalkan duka bagi keluarga korban.
Ervan Mahmud, salah satu korban yang kehilangan tempat tinggalnya, berencana untuk menetap sementara di rumah keluarganya yang terletak tepat di sebelah rumah yang terbakar.
"Saya sudah telepon dan dipersilahkan oleh mereka," ungkap Ervan kepada TribunGorontalo.com.
Rumah tersebut dimiliki oleh sepupu Ervan dan kebetulan sedang kosong sehingga bisa menampung anak dan cucunya untuk sementara waktu.
Baca juga: Penghitungan Suara Pemilu di Tilongkabila Gorontalo Tertunda, Saksi Parpol Tuduh PPK Curang
Sementara itu, Yoriko Mahmud, istri Ervan, dan suaminya, Mani Akuba, memilih untuk tinggal di rumah yang berada tepat di depan rumah mereka yang terbakar.
Sebuah tenda telah dipasang untuk mengenang anak mereka yang meninggal dunia dalam kebakaran tersebut.
"Rencana mau dibuat doa untuk anak sebentar sore," kata Yoriko, Sabtu (17/2/2024).
Kebutuhan seperti makanan dan minuman untuk sementara ini masih terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah.
"Wali Kota dan dinas sosial sudah bantu dari segi makanan juga, ada siap saji," tutup Yoriko.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran hanguskan tiga rumah di Jl Pangeran Hidayat, Kelurahaan Heledula'a Utara, Kota Timur, Kota Gorontalo.
Terdapat satu korban dari peristiwa yang terjadi subuh sekitar 04.00 Wita. Saksi sekaligus kerabat dekat dari korban, Dio Saputra menjelaskan jika saat kejadian, masyarakat masih banyak yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Baca juga: Sebelum Owan Boalemo, Ini Dua Penyanyi Gorontalo yang Sudah Tembus Dangdut Academi
"Banyak yang ada di TPS mengawal, tiba-tiba mereka lihat api dan lari ke sini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kami (15/02/2024).
Ia menduga pemicu kebakaran itu berasal dari ledakan kompor, kemudian merambat ke dalam rumah.
"Kompor terbakar makanya meledak," jelasnya.
Namun ia belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut.
Masyarakat sekitar yang sedang berada di TPS berlarian ke arah rumah yang kebakaran untuk membantu memadamkan api.
Dio menjelaskan letak rumah yang berada di lokasi kebakaran memang berdekatan, sehingga ia juga berusaha agar api tidak merambat ke rumah warga yang lain.
Selain itu, Dio mengakui jika masyarakat sekitar tidak mengetahui nomor telepon Pemadam Kebakaran.
"Tidak tahu nomor Damkar, untungnya ada warga yang mau langsung ke kantor Damkar," jelasnya.
Kedatangan damkar langsung diarahkan ke arah belakang mencegah kobaran api merambat ke rumah warga lainnya.
Dio adalah warga yang menetap dekat dengan TKP ini mengaku sering melihat keluarga korban menjual makanan dari malam hingga subuh.
Namun, malam itu, katanya, makanan yang dijual oleh keluarga korban cepat habis.
"Biasanya mereka sering jual nasi kucing, tapi cepat habis, mungkin karena ada kegiatan di TPS," jelasnya.
Pemilik rumah tersebut diketahui ada tiga kepala keluarga, Yuriko Mahmud, Rustam Mahmud, dan Ervan Mahmud.
Baca juga: Menikmati Kuliner dan Berenang dengan Pemandangan Laut di Blue Marlin Gorontalo
Reporter TribunGorontalo.com sempat mewawancarai Ervan Mahmud mengenai kronologi kebakaran rumahnya.
Senada dengan Dio, Ervan mengaku api berasal dari arah depan, tepatnya di lorong rumah.
"Apinya itu dari lorong, karena di situ juga banyak dus yang mudah terbakar, terus menjalar ke kompor dan meledak," ungkapnya.
Tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, Ervan masih bersyukur tidak memiliki luka bakar dan selamat dari kejadian itu.
Namun, ia mengaku ada yang luka bakar di wajah dan kepala karena berusaha menyelamatkan keluarga.
Diketahui, di tiga rumah ini terdapat lebih dari tiga kepala keluarga.
"Sebenarnya lebih dari 3 Kartu Keluarga (KK) di sini, karena beberapa sudah nikah," jelasnya.
Ada lebih dari 20 orang yang berada di rumah saat kejadian. Namun ia mengaku yang berada di rumah dalam keadaan tertidur.
"Saya kejadian itu masih tidur, tapi anak yang di TPS melihat api di rumah," katanya.
Dari pengamatan korban, ada tiga mobil damkar datang saat api sudah mulai menjalar ke rumah ketiga.
Selain itu, korban pun diketahui ketika api telah berhasil dipadamkan.
Ervan mengaku masih sempat untuk duduk di halaman rumahnya sekitar jam 2 malam.
"Saat itu masih sempat duduk di jam 2, sehingga diperkirakan kejadian itu subuh," ungkapnya
Ia menjelaskan warga sekitar sangat membantu untuk memadamkan api. Pun dalam menyelamatkan keluarga korban yang masih terjebak di dalam rumah.(*)
| Cerita Korban Selamat dari Kebakaran di JDS Gorontalo, Sempat Lari ke Lantai Dua |
|
|---|
| Kerugian Akibat Kebakaran di JDS Kota Gorontalo Diestimasi Rp 500-an Juta |
|
|---|
| Identitas Korban Kebakaran di JDS Kota Gorontalo, Tertidur saat Kejadian |
|
|---|
| Sebelum Kebakaran di JDS Kota Gorontalo, Warga Dengar 3 Kali Ledakan dari Dapur |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Bangunan di JDS Kota Gorontalo Terbakar, Satu Warga Tewas |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.