Minggu, 8 Maret 2026

Kebakaran di JDS

Cerita Korban Selamat dari Kebakaran di JDS Gorontalo, Sempat Lari ke Lantai Dua

Ada lebih dari 20 orang yang berada di rumah saat kejadian. Namun ia mengaku yang berada di rumah dalam keadaan tertidur.

Tayang:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Cerita Korban Selamat dari Kebakaran di JDS Gorontalo, Sempat Lari ke Lantai Dua
TribunGorontalo.com/AndikaMachmud
Kondisi rumah terbakar di JDS Kota Gorontalo, Kamis (15/2/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kebakaran hanguskan tiga rumah di Jl Pangeran Hidayat, Kelurahaan Heledula'a Utara, Kota Timur, Kota Gorontalo.

Terdapat satu korban dari peristiwa yang terjadi subuh sekitar 04.00 Wita. Saksi sekaligus kerabat dekat dari korban, Dio Saputra menjelaskan jika saat kejadian, masyarakat masih banyak yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Banyak yang ada di TPS mengawal, tiba-tiba mereka lihat api dan lari ke sini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kami (15/02/2024).

Baca juga: Prabowo-Gibran 127 Suara di TPS Wali Kota Gorontalo Marten Taha, Ganjar-Mahfud hanya 9 Suara

Ia menduga pemicu kebakaran itu berasal dari ledakan kompor, kemudian merambat ke dalam rumah.

"Kompor terbakar makanya meledak," jelasnya.

Namun ia belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Masyarakat sekitar yang sedang berada di TPS berlarian ke arah rumah yang kebakaran untuk membantu memadamkan api.

Dio menjelaskan letak rumah yang berada di lokasi kebakaran memang berdekatan, sehingga ia juga berusaha agar api tidak merambat ke rumah warga yang lain.

Selain itu, Dio mengakui jika masyarakat sekitar tidak mengetahui nomor telepon Pemadam Kebakaran.

"Tidak tahu nomor Damkar, untungnya ada warga yang mau langsung ke kantor Damkar," jelasnya.

Kedatangan damkar langsung diarahkan ke arah belakang mencegah kobaran api merambat ke rumah warga lainnya.

Baca juga: Ramalan Zodiak Scorpio Besok, Jumat 16 Februari 2024, Merasa Berjarak dengan Orang yang Disayangi

Dio adalah warga yang menetap dekat dengan TKP ini mengaku sering melihat keluarga korban menjual makanan dari malam hingga subuh.

Namun, malam itu, katanya, makanan yang dijual oleh keluarga korban cepat habis.

"Biasanya mereka sering jual nasi kucing, tapi cepat habis, mungkin karena ada kegiatan di TPS," jelasnya.

Pemilik rumah tersebut diketahui ada tiga kepala keluarga, Yuriko Mahmud, Rustam Mahmud, dan Ervan Mahmud.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved