Kebakaran Gorontalo
Korban Kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat Dapat Bantuan dari Wali Kota Gorontalo Marten Taha
Korban kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat mendapat bantuan dari Walikota Gorontalo, Marten Taha. Kedatangan Marten disambut keluarga korban.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Marten-Taha-memberikan-bantuan-logistik-kepada-korban-kebakaran.jpg)
"Biasanya mereka sering jual nasi kucing, tapi cepat habis, mungkin karena ada kegiatan di TPS," jelasnya.
Pemilik rumah tersebut diketahui ada tiga kepala keluarga, Yuriko Mahmud, Rustam Mahmud, dan Ervan Mahmud.
Reporter TribunGorontalo.com sempat mewawancarai Ervan Mahmud mengenai kronologi kebakaran rumahnya.
Senada dengan Dio, Ervan mengaku api berasal dari arah depan, tepatnya di lorong rumah.
"Apinya itu dari lorong, karena di situ juga banyak dus yang mudah terbakar, terus menjalar ke kompor dan meledak," ungkapnya.
Tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, Ervan masih bersyukur tidak memiliki luka bakar dan selamat dari kejadian itu.
Namun, ia mengaku ada yang luka bakar di wajah dan kepala karena berusaha menyelamatkan keluarga.
Diketahui, di tiga rumah ini terdapat lebih dari tiga kepala keluarga.
"Sebenarnya lebih dari 3 Kartu Keluarga (KK) di sini, karena beberapa sudah nikah," jelasnya.
Ada lebih dari 20 orang yang berada di rumah saat kejadian. Namun ia mengaku yang berada di rumah dalam keadaan tertidur.
"Saya kejadian itu masih tidur, tapi anak yang di TPS melihat api di rumah," katanya.
Dari pengamatan korban, ada tiga mobil damkar datang saat api sudah mulai menjalar ke rumah ketiga.
Selain itu, korban pun diketahui ketika api telah berhasil dipadamkan.
Ervan mengaku masih sempat untuk duduk di halaman rumahnya sekitar jam 2 malam.
"Saat itu masih sempat duduk di jam 2, sehingga diperkirakan kejadian itu subuh," ungkapnya
Ia menjelaskan warga sekitar sangat membantu untuk memadamkan api. Pun dalam menyelamatkan keluarga korban yang masih terjebak di dalam rumah. (*)