Kebakaran Gorontalo
Korban Kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat Dapat Bantuan dari Wali Kota Gorontalo Marten Taha
Korban kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat mendapat bantuan dari Walikota Gorontalo, Marten Taha. Kedatangan Marten disambut keluarga korban.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wali-Kota-Gorontalo-Marten-Taha-memberikan-bantuan-logistik-kepada-korban-kebakaran.jpg)
"Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang baik," ucapnya.
Baca juga: Kerugian Akibat Kebakaran di JDS Kota Gorontalo Diestimasi Rp 500-an Juta
Kronologis kebakaran
Kebakaran hanguskan tiga rumah di Jl Pangeran Hidayat, Kelurahaan Heledula'a Utara, Kota Timur, Kota Gorontalo.
Terdapat satu korban dari peristiwa yang terjadi subuh sekitar 04.00 Wita. Saksi sekaligus kerabat dekat dari korban, Dio Saputra menjelaskan jika saat kejadian, masyarakat masih banyak yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
"Banyak yang ada di TPS mengawal, tiba-tiba mereka lihat api dan lari ke sini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kami (15/02/2024).
Ia menduga pemicu kebakaran itu berasal dari ledakan kompor, kemudian merambat ke dalam rumah.
"Kompor terbakar makanya meledak," jelasnya.
Namun ia belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut.
Masyarakat sekitar yang sedang berada di TPS berlarian ke arah rumah yang kebakaran untuk membantu memadamkan api.
Dio menjelaskan letak rumah yang berada di lokasi kebakaran memang berdekatan, sehingga ia juga berusaha agar api tidak merambat ke rumah warga yang lain.
Selain itu, Dio mengakui jika masyarakat sekitar tidak mengetahui nomor telepon Pemadam Kebakaran.
"Tidak tahu nomor Damkar, untungnya ada warga yang mau langsung ke kantor Damkar," jelasnya.
Kedatangan damkar langsung diarahkan ke arah belakang mencegah kobaran api merambat ke rumah warga lainnya.
Dio adalah warga yang menetap dekat dengan TKP ini mengaku sering melihat keluarga korban menjual makanan dari malam hingga subuh.
Namun, malam itu, katanya, makanan yang dijual oleh keluarga korban cepat habis.