Rabu, 11 Maret 2026

Kebakaran Gorontalo

Korban Kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat Dapat Bantuan dari Wali Kota Gorontalo Marten Taha

Korban kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat mendapat bantuan dari Walikota Gorontalo, Marten Taha. Kedatangan Marten disambut keluarga korban.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Korban Kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat Dapat Bantuan dari Wali Kota Gorontalo Marten Taha
TribunGorontalo.com/Andika Machmud
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha memberikan bantuan logistik kepada korban kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat, Kamis (15/2/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Korban kebakaran di Jalan Pangeran Hidayat mendapat bantuan dari Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.

Kedatangan Marten disambut keluarga korban yang berada di lokasi kejadian.

Tepat pada 17.20 Wita, Wali Kota Gorontalo tiba di lokasi rumah warga yang mengalami musibah itu.

Didampingi Irwansyah Taha sekali Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Kota Gorontalo, Marten Taha meninjau lokasi kebakaran yang merenggut satu korban jiwa itu.

Ia menyatakan belasungkawa atas meninggalnya salah satu anggota keluarga.

"Tidak ada yang menghendaki musibah. Ada musibah karena kehendak yang Maha Kuasa," jelas Marten Taha saat memberi wejangan kepada korban kebakaran, Kamis (15/02/2024).

Menurut Wali Kota Gorontalo dua periode itu, ada tiga penyebab utama kebakaran di Gorontalo.

Pertama karena korsleting, kemudian warga lupa mematikan kompor. Sedangkan penyebab ketiga karena anak-anak bermain korek api.

"Oleh karena itu perlu diperhatikan, jangan sampai karena kelalaian mendatangkan bencana apalagi kebakaran," ungkapnya.

Marten pun menyerahkan bantuan logistik kepada korban.

Bantuan itu berupa beras, telur, baju dewasa dan anak-anak, peralatan dapur, hingga peralatan mandi.

Marten berjanji akan membantu pengurusan dokumen-dokumen penting seperti ijazah, hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang telah terbakar.

Tak hanya itu, ia menjelaskan bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki rumah korban.

"Bantuan bahan bangunan, tapi harus dihitung dulu yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan," ungkapnya.

Ia turut mendoakan korban jiwa pada insiden tersebut.

"Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang baik," ucapnya.

Baca juga: Kerugian Akibat Kebakaran di JDS Kota Gorontalo Diestimasi Rp 500-an Juta

Kronologis kebakaran

Prosesi pemadaman kebakaran di JDS Kota Gorontalo, Kamis (15/2/2024).
Prosesi pemadaman kebakaran di JDS Kota Gorontalo, Kamis (15/2/2024). (Foto: Damkar)

Kebakaran hanguskan tiga rumah di Jl Pangeran Hidayat, Kelurahaan Heledula'a Utara, Kota Timur, Kota Gorontalo.

Terdapat satu korban dari peristiwa yang terjadi subuh sekitar 04.00 Wita. Saksi sekaligus kerabat dekat dari korban, Dio Saputra menjelaskan jika saat kejadian, masyarakat masih banyak yang berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Banyak yang ada di TPS mengawal, tiba-tiba mereka lihat api dan lari ke sini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Kami (15/02/2024).

Ia menduga pemicu kebakaran itu berasal dari ledakan kompor, kemudian merambat ke dalam rumah.

"Kompor terbakar makanya meledak," jelasnya.

Namun ia belum mengetahui pasti penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Masyarakat sekitar yang sedang berada di TPS berlarian ke arah rumah yang kebakaran untuk membantu memadamkan api.

Dio menjelaskan letak rumah yang berada di lokasi kebakaran memang berdekatan, sehingga ia juga berusaha agar api tidak merambat ke rumah warga yang lain.

Selain itu, Dio mengakui jika masyarakat sekitar tidak mengetahui nomor telepon Pemadam Kebakaran.

"Tidak tahu nomor Damkar, untungnya ada warga yang mau langsung ke kantor Damkar," jelasnya.

Kedatangan damkar langsung diarahkan ke arah belakang mencegah kobaran api merambat ke rumah warga lainnya.

Dio adalah warga yang menetap dekat dengan TKP ini mengaku sering melihat keluarga korban menjual makanan dari malam hingga subuh.

Namun, malam itu, katanya, makanan yang dijual oleh keluarga korban cepat habis.

"Biasanya mereka sering jual nasi kucing, tapi cepat habis, mungkin karena ada kegiatan di TPS," jelasnya.

Pemilik rumah tersebut diketahui ada tiga kepala keluarga, Yuriko Mahmud, Rustam Mahmud, dan Ervan Mahmud.

Reporter TribunGorontalo.com sempat mewawancarai Ervan Mahmud mengenai kronologi kebakaran rumahnya.

Senada dengan Dio, Ervan mengaku api berasal dari arah depan, tepatnya di lorong rumah.

"Apinya itu dari lorong, karena di situ juga banyak dus yang mudah terbakar, terus menjalar ke kompor dan meledak," ungkapnya.

Tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga, Ervan masih bersyukur tidak memiliki luka bakar dan selamat dari kejadian itu.

Namun, ia mengaku ada yang luka bakar di wajah dan kepala karena berusaha menyelamatkan keluarga.

Diketahui, di tiga rumah ini terdapat lebih dari tiga kepala keluarga.

"Sebenarnya lebih dari 3 Kartu Keluarga (KK) di sini, karena beberapa sudah nikah," jelasnya.

Ada lebih dari 20 orang yang berada di rumah saat kejadian. Namun ia mengaku yang berada di rumah dalam keadaan tertidur.

"Saya kejadian itu masih tidur, tapi anak yang di TPS melihat api di rumah," katanya.

Dari pengamatan korban, ada tiga mobil damkar datang saat api sudah mulai menjalar ke rumah ketiga.

Selain itu, korban pun diketahui ketika api telah berhasil dipadamkan.

Ervan mengaku masih sempat untuk duduk di halaman rumahnya sekitar jam 2 malam.

"Saat itu masih sempat duduk di jam 2, sehingga diperkirakan kejadian itu subuh," ungkapnya

Ia menjelaskan warga sekitar sangat membantu untuk memadamkan api. Pun dalam menyelamatkan keluarga korban yang masih terjebak di dalam rumah. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved