Berita Kota Gorontalo
Kedai Tuli Gorontalo Ramai Pengunjung, Ada Anggota DPRD dan Wali Kota
Kedai Tuli berada di Jalan Tondano, Kelurahan Molosipat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo ramai pengunjung terutama malam Kamis dan Minggu
Penulis: Andika Machmud | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ferlan-Ibrahim-sedang-membuat-makanan-untuk-pengunjung-666.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -Kedai Tuli berada di Jalan Tondano, Kelurahan Molosipat, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo ramai pengunjung terutama malam Kamis dan Minggu
Ada anggota DPRD Provinsi Gorontalo hingga Wali Kota Gorontalo pernah berkunjung ke Kedai Tuli.
Ferlan Ibrahim, pengelola Kedai mengaku sangat bersyukur kedai ramai pengunjung.
Pria berumur 29 tahun mengaku sulit mendapatkan pekerjaan sebelum adanya kedai Tuli.
Ia merasa terbantu dengan adanya lahan jualan makanan.
Tidak disangka, keluhannya itu didengarkan oleh Ketua Yayasan Putra Mandiri.
"Keluhannya didengar, jadi dia bantu teman-teman tuli untuk bangun kedai Tuli di tempat ini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com dengan penerjemah bahasa isyarat, Triska Lukum, Senin (12/02/2024).
Sebelum mendirikan usaha, ia mengaku sudah meminta izin ke Walikota.
Wali Kota Gorontalo Marten Taha dan Ketua Yayasan sangat membantu, lanjutnya, orang yang berjualan di kedai tuli dibebaskan dari pembayaran atribusi, listrik, hingga air.
"Memasuki jam 8-11 malam akan ramai pengunjung," ungkapnya.
Di lapaknya, masyarakat sering memilih menu pisang goreng, roti bakar, dan kopi.
Ferlan mengaku telah menyediakanalat tulis agar masyarakat mudah untuk berkomunikasi.
Secara umum, kendala dari Ferlan tidak ada. Namun Ferlan mengaku pengunjung berkurang drastis ketika masuk musim penghujan.
"Berkurang pengunjung, namun semua tetap buka," katanya
Namun, ia menjelaskan beberapa tuli belum bisa baca sehingga mereka biasanya lebih sulit berkomunikasi.
"Mereka itu akan minta tolong ke tuli yang bisa baca. Dari 11 kedai hanya 5 orang yang bisa baca," jelasnya.
Meski beberapa dagangan satu sama lain sama, mereka kata Ferlan tidak pernah iri hati satu sama lain.
"Mereka sudah tau rezeki sudah diatur," ungkapnya.
Diketahui banyak tokoh-tokoh politik yang datang untuk merayakan acara atau kegiatan di kedai Tuli.
Beberapa diantaranya Marten Taha, Adhan Dambea, dan lain sebagainya.
Di kedai Tuli, ia menjelaskan teman-teman tuli lainnya tetap mendapatkan tempat jualan jika ingin berjualan makanan. Namun, harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Gorontalo.
Ferlan menjelaskan kedai Tuli menerima pesanan antar.
Sebagai ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin), dirinya akan membuat program kelas bahasa isyarat.
Selain itu, ia berencana akan membuat lomba setiap hari nasional.
"Ada program, nanti juga ada (lomba) tanggal 17 Agustus," katanya.
Ia berharap nantinya beberapa kedai dapat meningkatkan tempat jualan dari hanya tenda biasa menjadi booth jualan.
"Saya harap nanti akan ada payung-payung, dan dekorasi untuk mempercantik kedai," tutupnya.(*)
| Remaja Perempuan di Kota Gorontalo Terciduk Balap Liar di Depan SMANTIG |
|
|---|
| Satpol PP Kota Gorontalo Sisir Taman, Pastikan Kebersihan UMKM dan Tertibkan Baliho Tak Berizin |
|
|---|
| Data SE2026 Dianggap Kunci Pemetaan Persaingan Usaha di Gorontalo |
|
|---|
| Ekonomi Kota Gorontalo Tumbuh 5,72 Persen pada Triwulan III 2025 |
|
|---|
| Bangunan Tanpa Izin di Kota Gorontalo Bakal Dibongkar, Adhan Dambea Ingatkan Warga dan Pelaku Usaha |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.