Cap Go Meh Gorontalo
Kata Warga dan Pemuka Agama Soal Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Gorontalo
Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Gorontalo menghadirkan suasana semarak yang dirasakan berbagai kalangan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/CAP-GO-MEH-Merti-Musa-warga-Kelurahan-Tanggikiki-Kecamatan-Sipatana.jpg)
Ringkasan Berita:
- Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Gorontalo dipadati warga dari berbagai wilayah yang ingin merasakan kemeriahan acara.
- Salah seorang pengunjung, Merti Musa, mengaku datang bersama anak-anaknya yang sangat antusias menyaksikan pertunjukan di sekitar TITD Tulus Harapan Kita.
- FKUB Gorontalo menilai perayaan tersebut menjadi bukti kuatnya toleransi dan kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Perayaan Cap Go Meh 2026 di Kota Gorontalo menghadirkan suasana semarak yang dirasakan berbagai kalangan masyarakat.
Kawasan sekitar TITD Tulus Harapan Kita dipadati pengunjung yang datang untuk menyaksikan rangkaian acara.
Salah satu warga, Merti Musa, terlihat menikmati perayaan bersama dua anaknya. Ia datang dari Kelurahan Tanggikiki, Kecamatan Sipatana, dan mengaku kehadirannya kali ini didorong oleh antusiasme kedua anaknya yang sangat ingin menyaksikan langsung kemeriahan acara.
Menurut Merti, informasi mengenai perayaan tersebut ia peroleh melalui media sosial.
Ia juga menyebut bahwa ini bukan kali pertama dirinya menghadiri Cap Go Meh di lokasi tersebut.
Baca juga: Jalan Palma Rusak Bertahun-Tahun, Kini Masuk Prioritas Perbaikan Pemkot Gorontalo
Suasana yang dirasakan tahun ini, katanya, tidak jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Meski berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan, ia menilai euforia masyarakat tetap terasa kuat.
Keramaian pengunjung pun masih menjadi pemandangan utama seperti perayaan-perayaan sebelumnya.
Tahun ini Merti merasa lebih beruntung karena bisa berada lebih dekat dengan pusat kegiatan.
Ia mengingat pada perayaan sebelumnya hanya dapat menyaksikan dari area yang lebih jauh.
Bahkan, salah satu anaknya sempat meminta agar bisa berada lebih dekat untuk melihat pertunjukan dengan jelas.
Melihat semangat anak-anaknya, Merti berencana kembali menghadiri Cap Go Meh tahun depan dan berniat datang lebih awal agar mendapat posisi yang lebih strategis.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Gorontalo, Abdul Rasyid Kamaru, menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam perayaan ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan di Gorontalo.
Baca juga: Kapolres Gorontalo Buka Pasar Murah Bersubsidi, Apresiasi Animo Masyarakat
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Menurutnya, Cap Go Meh menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dari berbagai latar belakang etnis, suku, agama, dan budaya dapat merayakan momen bersama secara harmonis.
Ia pun berharap Gorontalo terus mempertahankan reputasinya sebagai daerah yang aman dan damai. (*)
| Cap Go Meh Gorontalo Direstui Digelar di Jalan Raya, Catat Tanggalnya |
|
|---|
| Sosok Rusli Cahyadi Mosi di Cap Go Meh Gorontalo, 7 Tahun jadi Tang Sin |
|
|---|
| Pedagang Pentolan di Gorontalo Ini Raup Omset Rp1 Juta di Malam Puncak Perayaan Cap Go Meh 2025 |
|
|---|
| Indri Pakaya Ajak Keluarga Liat Atraksi Barongsai di Perayaan Cap Go Meh Gorontalo |
|
|---|
| Cap Go Meh di Gorontalo Berlangung Meriah, UMKM Merasa Diuntungkan |
|
|---|