Pemilu Pakistan Disebut Penuh Kecurangan, Militer Dianggap Pengendali Hasil?
Ia menyebut militer Pakistan ingin membawa kembali pemimpin tertinggi Pakistan Muslim League - Nawaz (PML-N), Nawaz Sharif.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/024-02-08_Warga-Pakistan-antre-memilih.jpg)
Pakar pertahanan Sushant Sareen, berbicara tentang serangan yang terjadi selama proses pemilihan, mengatakan, ada ketakutan bahwa akan terjadi serangan terhadap proses pemilihan.
Faktanya, serangan sudah terjadi selama lebih dari seminggu sekarang. Dan ada serangan di kantor polisi. Lebih dari selusin polisi tewas.
Ada sejumlah serangan lain di tingkat yang lebih kecil terhadap kandidat di Balochistan.
"Ini sangat buruk. karena baik di daerah Baloch maupun daerah Pashtun, ada banyak perlawanan terhadap Pakistan di luar sana, dan orang-orang tidak mengidentifikasi diri mereka dengan pemilihan. Jadi, saya pikir ada gelombang kekerasan yang telah mengambil alih," katanya.
Dia mencatat bahwa telah terjadi serangan kecil yang luput dari perhatian banyak orang terhadap kandidat, kantor mereka, dan lainnya. Dia mengatakan bahwa ada beberapa spekulasi tentang apakah serangan ini dilakukan sebagai serangan bendera palsu oleh militer Pakistan.
Dia mengatakan bahwa beberapa serangan ini akan memastikan bahwa partisipasi di TPS rendah dan memungkinkan militer untuk memastikan bahwa pemungutan suara berjalan sesuai dengan keinginan mereka. (*)
++Artikel ini dioptimasi dari aninews
| Jokowi Tegaskan Prabowo-Gibran Dua Periode, Tanggapi Gibran Dikaitkan Pilpres 2029 |
|
|---|
| Parlemen Dibubarkan, Thailand Gelar Pemilu saat Konflik dengan Kamboja Memanas |
|
|---|
| Pakistan dan Afghanistan Kembali Panas, Baku Tembak Pecah Saat Bahas Gencatan Senjata di Turki |
|
|---|
| Pakistan dan Afghanistan Akhirnya Damai Lagi! Turki dan Qatar jadi Penengah |
|
|---|
| Taliban dan Tentara Pakistan Adu Tembak, Kamp Pelatihan Militan Dilaporkan Hancur |
|
|---|