Kasus DBD Gorontalo
Jumlah Kasus DBD Meningkat di Kabupaten Pohuwato Gorontalo per 27 Januari 2024
Hal itu dikonfimasi langsung oleh Fidi Mustafa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-penderita-DBD.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat mulai 21 Januari 2024.
Hal itu dikonfimasi langsung oleh Fidi Mustafa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato.
Saat ini DBD di Kabupaten Pohuwato bertambah menjadi 28 kasus.
"Kalau awal bulan hanya 24 kasus tapi sudah sembuh. Kemudian meningkat lagi di akhir bulan Januari jadi 28 kasus," kata Fidi Mustafa kepada TribunGorontalo.com, Senin (29/1/2024).
Meningkatnya kasus penyebaran DBD, ungkap Fidi, karena akhir bulan Januari telah masuk musim penghujan.
Ditambah pola hidup 3M yakni menguras, menutup dan mendaur air tergenang di kamar mandi jarang diterapkan masyarakat.
Sehingga nyamuk hidup dan berkembang biak di air-air yang telah lama mengendap tersebut.
"Berbeda dengan malaria. DBD walaupun rumah terlihat bersih tetapi tidak menerapkan pola hidup sehat 3M
maka akan cepat terinfeksi," ujarnya.
Pengendalian yang dilakukan, kata Fidi, pihaknya berkordinasi dengan puskesmas setempat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
Caranya menguras bak mandi, menyingkirkan sampah-sampah endapan air hujan, serta membersihkan saluran air di depan rumah.
"Melalui puskesmas, kordinasi tetap terjalin. Kami selalu mengimbau kepada puskesmas untuk mulai menerapkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat serempat dengan cara mandiri. Agar bisa dilakukan setiap hari," tuturnya.
Baca juga: Justru Cemari Lingkungan, Kemenkes tak Lagi Anjurkan Penggunaan Fogging untuk Penanganan DBD
Disamping itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato melakukan fogging (pengasapan) di setiap pusat penyebaran DBD di Kabupaten Pohuwato. Wilayah itu adalah Kecamatan Patilanggio, Duhiadaa, Marisa, Buntulia, dan Randangan.
"Kami turun. Yang kami buat melakukan foging di lima Kecamatan yang telah menjadi pusat penyebaran DBD.
"Saya khawatirnya di bulan Februari kasus ini akan bertambah karena telah masuk musim penghujan. Semoga saja tidak," tutupnya.