Senin, 9 Maret 2026

Zona Perang

Korea Utara Uji Coba Rudal Jelajah Bernama Pulhwasal, Amerika dan Korsel sama-sama Tegang

Rudal yang diberi nama "Pulhwasal-3-31" masih dalam tahap pengembangan dan uji coba ini tidak berdampak pada keamanan negara-negara tetangga, kata med

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Korea Utara Uji Coba Rudal Jelajah Bernama Pulhwasal, Amerika dan Korsel sama-sama Tegang
PHOTO: EPA-EFE
Seorang pria menonton layar televisi yang menyiarkan berita tentang rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara di sebuah stasiun di Seoul pada 24 Januari. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Korea Utara mengonfirmasi bahwa mereka telah melakukan uji coba rudal jelajah strategis baru pada Rabu 24 Januari, hal itu menurut laporan media pemerintah KCNA yang dikutip 25 Januari.

Hal ini mengesahkan pernyataan militer Korea Selatan pada hari sebelumnya.

Rudal yang diberi nama "Pulhwasal-3-31" masih dalam tahap pengembangan dan uji coba ini tidak berdampak pada keamanan negara-negara tetangga, kata media pemerintah.

Mereka juga menambahkan bahwa uji coba ini "tidak ada hubungannya" dengan situasi regional.

Laporan tersebut, mengutip Administrasi Rudal, mengatakan bahwa uji coba ini juga merupakan bagian dari proses pemutakhiran sistem persenjataan negara tersebut.

Pada 24 Januari, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan bahwa Korea Utara telah menembakkan beberapa rudal jelajah ke arah laut lepas pantai baratnya sekitar pukul 7 pagi (5 pagi waktu Indonesia).

Sementara itu, Menteri Pertahanan Korea Selatan, Shin Won-sik, mengecam peluncuran tersebut sebagai ancaman serius bagi negaranya.

Istilah "strategis" biasanya mengacu pada senjata berkemampuan nuklir. Korea Utara sendiri melakukan uji coba rudal jelajah pertamanya dengan kemampuan serangan nuklir potensial pada September 2021.

Rudal jelajah Korea Utara biasanya menarik perhatian lebih sedikit daripada rudal balistik karena tidak secara eksplisit dilarang oleh resolusi Dewan Keamanan PBB mana pun.

Namun, para analis mengatakan bahwa rudal jelajah serang darat jarak menengah tidak kalah bahayanya dengan rudal balistik dan merupakan kemampuan serius bagi Korea Utara.

Rudal jelajah dan rudal balistik jarak pendek yang dapat dipersenjatai dengan bom konvensional atau nuklir dipandang sangat destabilizzing dalam situasi konflik karena sulit untuk memastikan hulu ledak jenis apa yang mereka bawa.

Ketegangan di Semenanjung Korea pun kembali meningkat menyusul uji coba rudal ini.

Korea Selatan dan Amerika Serikat, terus mendesak Korea Utara untuk menghentikan program pengujian senjata nuklir dan balistiknya.(*)

++Artikel dioptimasi dari straitstimes.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved