Zona Perang

Serangan Rudal Rusia Kembali Guncang Ukraina, Kyiv dan Mykolaiv Terkena Dampak

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengabarkan melalui Telegram bahwa sebuah gedung tinggi terkena serangan dan setidaknya sembilan orang terluka di du

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Reuters
Petugas pemadam kebakaran membantu seorang wanita dari sebuah bangunan yang rusak akibat serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia ke Ukraina, di Kyiv, 7 Februari 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Serangan rudal Rusia pada Rabu (7/2/2024) menyebabkan beberapa orang terluka dan bangunan rusak di berbagai wilayah Ukraina, termasuk Kyiv dan Mykolaiv.

Serangan ini memicu peringatan serangan udara di seluruh penjuru negara tersebut.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengabarkan melalui Telegram bahwa sebuah gedung tinggi terkena serangan dan setidaknya sembilan orang terluka di dua distrik berbeda di ibu kota Ukraina.

Serangan tersebut juga menyebabkan pemadaman listrik di beberapa bagian Kyiv.

Menambah keprihatinan, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, yang sedang berkunjung ke Kyiv, memposting di Twitter bahwa ia memulai harinya pada Rabu di dalam tempat perlindungan akibat alarm serangan udara.

"Ini adalah kenyataan sehari-hari bagi rakyat Ukraina yang pemberani, sejak Rusia melancarkan agresi ilegalnya," kata Borrell.

Di kota Mykolaiv di selatan, serangan Rusia melukai sedikitnya satu orang dan merusak 20 bangunan tempat tinggal.

Jaringan gas dan air juga mengalami kerusakan, ujar Wali Kota Oleksandr Senkevich di Telegram.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan dalam pidato malamnya pada Selasa pembentukan cabang militer baru yang berfokus pada drone.

Zelenskyy mengatakan sistem tanpa awak telah membuktikan keefektifannya dalam pertempuran di darat, di udara, dan di laut.

Menghentikan serangan darat Rusia dan penghancuran skala besar terhadap pasukan dan peralatan Rusia akan menjadi fokus utama program drone, kata Zelenskyy.

Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina semakin menggunakan drone untuk menyerang area di dalam Rusia, serta menyerang fasilitas angkatan laut Rusia di Krimea. (*) (Sumber: voanews)
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved