Minggu, 8 Maret 2026

Peristiwa Nasional

Tabungan Rp 156 Juta dan Perhiasan Emas 50 Gram Hilang Terseret Banjir, Yani Hanya Bisa Pasrah

Saat banjir bandang datang, tembok tempat Yani menyimpan tabungannya jebol dan plastik berisi uang dan perhiasan emas itu pun hanyut terbawa arus.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tabungan Rp 156 Juta dan Perhiasan Emas 50 Gram Hilang Terseret Banjir, Yani Hanya Bisa Pasrah
TribunGorontalo.com
Yani Maryani (49) warga yang kehilangan uang ratusan juta dan puluhan gram emas. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Yani Maryani (49), warga Kampung Lamajang Peuntas, Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, hanya bisa pasrah saat melihat tabungannya selama 24 tahun lenyap terseret banjir bandang pada Kamis (11/1/2024).

Tabungan itu berupa uang tunai Rp 156 juta dan perhiasan emas seberat 50 gram.

Semuanya tersimpan di dalam sebuah plastik yang digantungkan di tembok rumahnya.

Saat banjir bandang datang, tembok tempat Yani menyimpan tabungannya jebol dan plastik berisi uang dan perhiasan emas itu pun hanyut terbawa arus.

"Tabungan itu saya kumpulkan selama 24 tahun. Saya kerja serabutan, jual-beli, apa saja saya kerjakan untuk mengumpulkan uang itu," kata Yani saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/1/2024).

Yani mengaku sudah pasrah dengan kehilangan tabungannya itu. Dia yakin kalau masih rezeki, uang dan perhiasan emas itu akan kembali kepadanya.

"Namun, setelah dipikir kembali, kalau masih rezekinya pasti bisa ketemu, ya alhamdulillah, kalau tidak mungkin bukan rezeki. Semoga bisa mendapatkan yang lebih," kata Yani.

Bagi Yani, yang terpenting saat ini adalah seluruh anggota keluarganya selamat dalam bencana banjir bandang itu.

Yani menceritakan, saat banjir bandang datang, dia dan keluarganya sempat berusaha menyelamatkan diri.

Mereka berlari ke arah belakang rumah karena di depan air sudah sangat besar.

"Saya saat itu sudah gelap, bingung dalam hati saya kalau selamat, selamat semua, kalau tak selamat tak selamat semua," kata Yani.

Di tengah kebingungan, tiba-tiba dinding rumahnya sebelah kanan ambruk.

Yani dan keluarganya pun memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelamatkan diri.

"Jadi kami bisa menyelamatkan diri melewati, dinding yang ambruk ini, " kata Yani.

Banjir bandang yang menerjang Kampung Lamajang Peuntas itu merendam ratusan rumah warga.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved