Senin, 9 Maret 2026

Pilpres 2024

Anies Akui Kaget soal Jokowi Nilai Debat Hanya Serang Personal: Presiden Kok Komentar?

Anies Baswedan mengakui terkejut soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan komentar terkait debat capres.

Tayang:
Editor: Nandaocta
zoom-inlihat foto Anies Akui Kaget soal Jokowi Nilai Debat Hanya Serang Personal: Presiden Kok Komentar?
TribunGorontalo/Wawan Akuba
Anies Baswedan saat berziarah ke makam Nani Wartabone, di Bone Bolango, Senin (8/1/2024). Terbaru, Anies Baswedan mengakui terkejut soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan komentar terkait debat capres. 

Selebihnya, Ganjar tak memberikan tanggapan lain soal kritikan Presiden Jokowi mengenai debat ketiga tersebut.

TPN Sepakat dengan Presiden Jokowi

 

Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo - Mahfud MD, Andi Widjajanto. - Presiden Jokowi mengkritik debat ketiga capres pada Minggu (7/1/2024) lalu karena dinilai saling serang personal.
Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo - Mahfud MD, Andi Widjajanto. - Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo beri bantahan soal serang personal saat debat, buntut Presiden Jokowi beri kritikan pada debat kegita capres. (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

 

Baca juga: Jokowi Bela Prabowo, Tegaskan Tak Semua Data Pertahanan Bisa Dibuka ke Publik: Kaya Toko Kelontong

Selaras dengan Presiden Jokowi, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD juga setuju agar debat tak menyerang personal.

Deputi Politik 5.0 TPN Ganjar-Mahfud, Andi Widjajanto mencontohkan ketika capres nomor urut 2, Prabowo Subianto yang dinilai menyerang capres nomor urut 1, Anies Baswedan.

"Sepakat dengan Pak Jokowi, memang harus dihindari serangan personal ya, seperti contohnya serangan Pak Prabowo ke Anies bilang 'sori ye sori ye Mas Anies'," kata Andi saat ditemui di Media Center TPN, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (8/1/2024).

"Serangan-serangan personal seperti yang terlihat Pak Prabowo emosi ke Anies itu harus dihindari," lanjut dia.

Dalam debat, Andi menegaskan, yang perlu diperkuat adalah serangan menggunakan data-data ataupun kebijakan.

"Yang perlu diperkuat itu adalah serangan ke data, serangan ke kebijakan seperti yang dilakukan oleh Mas Ganjar di segmen kelima ya betul-betul menunjukkan datanya," ucapnya.

Andi menjelaskan, Ganjar mengkritisi alokasi anggaran belanja pertahanan dibandingkan dengan produk domestik bruto (PDB) yang cenderung menurun.

Tak hanya itu, Ganjar juga mengkritisi data kekuatan pokok minimum atau minimum essential force (MEF) 2024 tidak tercapai, yakni di angka 65,4 persen dari target program.

"Nah itu serangan yang diinginkan, jadi benar-benar ngotak-ngatik data, ngotak-ngatik kebijakan. Tidak melakukan serangan-serangan personal terutama menunjukkan emosi-emosi yang tidak perlu," ucapnya.

Cak Imin Nilai Tak Ada yang Salah dalam Proses Debat Capres

 

Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat diwawancarai awak media dalam kunjungannya ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (3/1/2024) malam. - Presiden Jokowi mengkritik debat ketiga capres pada Minggu (7/1/2024) lalu karena dinilai saling serang personal.
Calon Wakil Presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin saat diwawancarai awak media dalam kunjungannya ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (3/1/2024) malam. - Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo beri bantahan soal serang personal saat debat, buntut Presiden Jokowi beri kritikan pada debat kegita capres. (Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari)

 

Sementara itu, calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menilai, tidak ada yang salah dalam debat capres pada Minggu (7/1/2024) lalu.

Menurut Cak Imin, debat capres antara Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo sudah memunculkan visi dan misi masing-masing pasangan calon.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved