Kamis, 19 Maret 2026

Berita Kabupaten Pohuwato

Ribuan Hektare Mangrove jadi Tambak Ikan Dinilai Merusak Identitas Kabupaten Pohuwato

Ancaman kerusakan hutan mangrove di Gorontalo masih menjadi perhatian tersendiri. Khususnya, hutan mangrove di Kabupaten Pohuwato.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ribuan Hektare Mangrove jadi Tambak Ikan Dinilai Merusak Identitas Kabupaten Pohuwato
TribunGorontalo.com
Penampakan mangrove yang telah berubah jadi tambak ikan 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Ancaman kerusakan hutan mangrove di Gorontalo masih menjadi perhatian tersendiri. Khususnya, hutan mangrove di Kabupaten Pohuwato.

Dalam kurun waktu dua tahun sejak tahun 2022 sekitar 14 area lahan mangrove diubah menjadi lahan tambak.

Padahal hutan mangrove memiliki banyak fungsi utama menjamin habitat dari flora dan fauna yang ada di hutan itu.

Di antaranya, hutan mangrove menjadi daerah pemijahan (spawning ground), daerah mencari makan (feeding ground), serta daerah asuhan (nursery ground) bagi biota laut.

Seperti yang tercantum dalam SK Menhut no 325/Menhut-II/2010 tentang penunjukan kawasan hutan di Provinsi Gorontalo, Pohuwato memiliki kawasan hutan terluas yakni 473.273 hektar.

Hutan itu terdiri dari hutan lindung, hutan produksi terbatas, hutan SA, hutan produksi tetap, hutan produksi yang dapat dikonversi dan areal penggunaan lain. Dari jumlah tersebut, luas kawasan hutan mangrove sekitar 15.600 hektare.

Namun data dari Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Kabupaten Pohuwato, terdapat 8.233 hektare hutan mangrove di daerah tersebut berubah fungsi menjadi tambak ikan.

Jumlah itu tersebar di Kecamatan Paguat 158 hektare, Kecamatan Marisa 198 hektare, Duhiadaa 978 hektare, Patilanggio 336 hektare, Randangan 2.403 hektare, Wonggarasi 2.473 hektare, Lemito 500 hektare, Popayato Timur 0,32 hektare, Popayato 673 hektare, dan Popayato Barat 507 hektare.

Faisal Bangi (29), penjaga mangrove di Desa Palopo, mengatakan, selama ini sudah berbagai upaya dilakukan olehnya kepada para penambak untuk tidak mengambil atau membabat mangrove kawasan pesisir Pantai Marisa.

"Ketika mereka datang pasti saya temui mereka. Di situ saya peringatkan untuk tidak melakukan alih fungsi lahan mangrove menjadi tambak ikan," ungkapnya.

Bahkan dirinya sudah memperingatkan ancaman yang akan terjadi ke depan jika pembabatan terus dilakukan tanpa henti.

"Untuk generasi saya mungkin belum terlalu merasakan efeknya, tetapi bagaimana dengan generasi ke depan?" tanya dia.

Ia hanya berharap pembabatan hutan mangrove tidak lagi menjadi aktivitas berkelanjutan di Kabupaten Pohuwato.

"Kita saya daerah ini, Kabupaten Pohuwato. Tetapi jika ini dirusak, maka sama halnya kita merusak daerah kita. Karena identitas Pohuwato berada di mangrove ini," tutupnya.

Baca juga: Sampah Kembali Berserakan di Hutan Mangrove Pohuwato Gorontalo

Penebangan liar mengancam habitat burung maleo

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved