Berita Pohuwato

Sampah Kembali Berserakan di Hutan Mangrove Pohuwato Gorontalo

Sampah kembali berserakan di kawasan hutan mangrove di Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNGORONTALO/RAHMAN HALID
Sampah kembali berserakan di kawasan hutan mangrove di Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO - Sampah kembali berserakan di kawasan hutan mangrove di Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Banyaknya sampah plastik bekas air minum dan popok bayi yang menumpuk di lokasi tersebut. Sampah ini menimbulkan bau busuk. 

Ketua Lintas Pemuda Peduli Lingkungan Pohuwat Irwan Nue mengatakan sampah plastik yang berserakan sangatlah berbahaya bagi lingkungan karena tidak mampu diurai.

"Hal yang menjadi penyebabnya, sampah plastik yang berserakan tidak bisa diurai dalam waktu yang cepat. Nah nantinya jika terjadi air pasang yang begitu tinggi, pasti efeknya ke masyarakat lagi," tegasnya.

Katanya, sampah plastik tidak memiliki enzim bagi mikroorganisme pengurai, sehingga mikroorganisme kesulitan dalam mengurai sampah plastik itu.

"Karena tidak memiliki enzim sehingga sampah plastik tidak akan diurai oleh mikroogranisme. Itu penjelasan ilmiahnya," pungkasnya.

Padahal akar-akar pohon mangrove akan memiliki peranan besar dalam menahan ombak, sehingga ke depan tidak terjadi gelombang tinggi menuju ke pemukiman warga.

Frengki Junaid (34) wisatawan hutan mangrove menyesalkan ketika masuk wisata pohon cinta banyak tumpukan sampah.

"Saya biasanya datang untuk berwisata, tetapi ketika melihat kanan dan kiri, ternyata masih banyak perilaku buang sampah sembarangan yang terjadi tanpa memikirkan dampak ke depan," tandasnya.

Harapannya, sampah-sampah yang berserakan segara diangkat agar tidak mengurangi fungsi dari hutan mangrove.

"Semua demi anak cucu kita. Kalaupun sampah dibiarkan begini terus, ke depan  sampah plastik akan semakin menumpuk dan pasti akan berefek kepada lingkungan, seperti tingginya air pasang," tutupnya.

Kadis Dinas Lingkungan Hidup  (DLH) Sumitro Monoarfa menyampaikan pihaknya setiap minggu mengangkut sampah di hutan mangrove dan objek wisata Pohon cinta

"Kami terbatas di armada pengangkut sampah. Hanya 2 mobil angkut. Sehingga untuk jadwal pembersihan kita lakukan setiap satu Minggu sekali, khusus di wilayah Mangrove dan Pohon Cinta," tandasnya.

Dirinya akan maksimalkan pengangkutan yang ada di wilayah wisata Pantai Pohon Cinta dan hutan mangrove.

"Karena saya pikir ini penting dan menganggu lingkungan. Minggu depan akan kami akan coba prioritaskan sampah yang berserakan di wilayah Mangrove dan Wisata Pantai Pohon Cinta, pengangkutan akan kami lakukan 2 sampai 3 kali dalam satu Minggu," ucapnya.

Ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi menyayangkan sampah yang ada di mangrove karena mengganggu lingkungan.

"Saya cuma sederhana saja, Jika sayang Pohuwato, jangan buang sampah sembarangan," tegasnya. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved