Gempa Bumi Jepang
10 Ribu Penduduk Dievakuasi saat Gempa Bumi Jepang Terjadi
Informasi dirangkum dari straitstimes, Selasa (2/1/2024), gempa bumi Jepang menewaskan 6 orang dan meruntuhkan puluhan bangunan.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sebuah-bangunan-di-Waijma-nyaris-roboh-pasca-gempa-bumi-Jepang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebanyak 100 ribu penduduk dievakuasi saat gempa bumi Jepang terjadi pada Senin (1/1/2024).
Informasi dirangkum dari straitstimes.com, Selasa (2/1/2024), gempa bumi Jepang menewaskan 6 orang dan meruntuhkan puluhan bangunan.
Bahkan, gempa bermagnitudo 7,6 ini memicu gelombang setinggi 1 meter di sepanjang pantai barat Jepang dan Korea Selatan.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan tsunami untuk prefektur Ishikawa, Niigata, dan Toyama.
Meskipun peringatan tsunami besar dikeluarkan untuk Ishikawa, namun kemudian diturunkan menjadi peringatan, menyatakan gelombang setinggi 1 meter bisa diharapkan.
Baca juga: Daftar Gempa Bumi Jepang Berkategori Besar dalam 30 Tahun Terakhir
Gempa ini menjadi yang terkuat dalam lebih dari empat dekade di wilayah tersebut, demikian menurut Survei Geologi Amerika Serikat.
Rusia dan Korea Utara juga mengeluarkan peringatan tsunami untuk beberapa wilayah.
Rumah-rumah hancur, kebakaran terjadi, dan pasukan militer dikirim untuk membantu operasi penyelamatan.
Pemerintah Jepang, yang kesulitan mengakses daerah terdampak karena jalan yang terblokir, telah memerintahkan evakuasi lebih dari 97.000 orang di sembilan prefektur di pantai barat pulau utama Jepang Honshu.
Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, menginstruksikan tim pencarian dan penyelamatan untuk berusaha menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin. Namun, akses sulit karena kondisi jalan.
Dalam sebuah konferensi pers, Kishida juga memperingatkan warga untuk bersiap menghadapi kemungkinan bencana lebih lanjut dan mengimbau mereka yang berada di area yang berpotensi terkena tsunami untuk segera mengungsi.
Baca juga: Gempa Dahsyat Guncang Jepang, JMA Rilis Info Tsunami Capai 5 Meter
Gempa ini terjadi pada hari libur umum 1 Januari, ketika jutaan orang Jepang biasanya mengunjungi kuil-kuil untuk merayakan pergantian tahun.
Sejumlah wilayah pesisir diinstruksikan untuk segera mengungsi setelah muncul pesan darurat di layar televisi yang bertuliskan "Tsunami! Evakuasi!"
Selain merusak infrastruktur dan menyebabkan kerusakan pada properti, gempa ini juga mempengaruhi layanan transportasi.
Sebanyak 40 jalur kereta dan dua layanan kereta cepat dihentikan operasinya, enam jalan raya ditutup, dan salah satu bandara di Ishikawa harus ditutup karena keretakan di landasan pacu.