Pemilu 2024
5 Teknik Politisi Sampaikan Janji-janji Manis, Wardoyo Dingkol: Hati-hati Terkecoh
Namun, dibalik kata-kata manis tersebut, terkadang tersembunyi manipulasi dan ketidakjujuran yang dapat menipu rakyat.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wardoyo-Dingkol-jebolan-S2-Universitas-Hasanuddin-Makassar.jpg)
Misalnya, seorang politisi mungkin mengatakan bahwa tingkat kemiskinan di negaranya menurun sebesar 50 persen.
Namun, ia tidak menjelaskan bahwa penurunan tersebut terjadi karena faktor-faktor lain, seperti pertumbuhan ekonomi.
Edo mengatakan bahwa masyarakat perlu mempertanyakan dan mengevaluasi janji-janji manis politisi dengan kritis.
Literasi politik dan kemampuan untuk membaca antara baris menjadi kunci dalam menghadapi pesan politik yang dapat mengecoh.
"Politisi yang bertanggung jawab seharusnya tidak hanya menyajikan janji-janji yang menarik, tetapi juga memberikan rincian dan rencana konkret untuk mengimplementasikannya," kata Edo.
"Hanya dengan cara ini, masyarakat dapat melihat melewati retorika manis dan memastikan bahwa pemimpin mereka benar-benar memenuhi janji-janji mereka dengan tindakan konkret dan transparansi yang sesungguhnya," tambah Edo menutup pernyataanya. (*)