Sabtu, 14 Maret 2026

Berita Pohuwato

Keluarga Korban Tambang Minta Perhatian Pemerintah, Yamin Pakaya Ternyata Tokoh Adat Pohuwato

Cerita pilu keluarga Yamin Pakaya, korban meninggal di Tambang Ilegal Blok Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Keluarga Korban Tambang Minta Perhatian Pemerintah, Yamin Pakaya Ternyata Tokoh Adat Pohuwato
TRIBUNGORONTALO/RAHMAN HALID
Cerita pilu keluarga Yamin Pakaya, korban meninggal di Tambang Ilegal Blok Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo. 

Bahkan lanjut Yasmin karena keseriusannya, dirinya rela membuka tabungannya yang sudah berusia 3 tahun.  

"Dia membuka celengannya yang telah dia tabung dan langsung membeli peralatan tambang, 2 buah linggis, 1 buah martel dan sepasang sepatu dan tas," ujarnya kepada tribungorontalo pagi tadi (22/11/2023)

Setelah membeli, sambil tersenyum, Yamin selalu memamerkan tasnya dan peralatannya kepada kakaknya dan keluargaanya bahwa dia siap untuk pergi menambang.

"Dia tersenyum dan mengangkat sepatu dan tasnya kepada kami dan menggunakan bahasa isyarat kalau dia senang akan pergi menambang dan ketika dapat emas akan segera mengganti motornya," tegasnya.

Sementara itu diceritakan pula, Yamin pergi menambang bersama 7 keponakannya untuk kali pertama, karena sebelumnya dirinya berprofesi sebagai pemangku adat acara-acara keagamaan di Kabupaten Pohuwato.

"Baru pertama kali menambang adik saya itu, tetapi nahas di tambang yang pertama kali di injaknya itu di situlah akhir dari hidupnya," isaknya dengan penuh tangis.

Sebelumnya dijelaskan juga oleh Yasmin,  setelah sampai di lokasi tambang olowatu, 7 keponakannya sempat melarang Yamin untuk turun duluan, karena saat itu selepas hujan dan tanah dalam kondisi basah.

"Sempat 7 keponakannnya mengajaknya untuk makan dulu, tetapi dia urung melakukannya, malah dia memberkan isyarat untuk turun duluan karena semangatnya untuk mengganti motor bututnya," ucapnya.

Yamin hanya berpesan kalau terjadi apa-apa kepada dirinya kepalanya langsung ditarik dari lubang.

"Karena adik saya itu tidak bisa mendengar dan berbicara dirinya hanya berpesan untuk menarik kepalanya kalau terjadi apa-apa ketika dia sudah masuk lubang, tetapi tak lama kemudian tanah longsor dan menimpa adik saya dan 7 keponakannya tidak sempat menolongnya," tuturnya.

Terakhir, Yasmin hanya berpesan untuk mendoakan adiknya agar diterima amal kebaikannya dan bisa di tempatkan di tempat terbaik di akhirat nantinya. 
 
 

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved