Berita Pohuwato
Keluarga Korban Tambang Minta Perhatian Pemerintah, Yamin Pakaya Ternyata Tokoh Adat Pohuwato
Cerita pilu keluarga Yamin Pakaya, korban meninggal di Tambang Ilegal Blok Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Cerita-pilu-keluarga-Yamin-Pakaya-7788.jpg)
Mastin Anwar (62), tante korban, mengatakan bahwa Yamin merupakan warga Dusun Tanjung, Desa Bulila, Kecamatan Duhiadaa.
Ia sudah memperingatkan Yamin untuk tidak turun ke tambang Alamotu karena sering terjadi longsor.
"Saya sudah ingatkan dia untuk tidak turun lagi di tambang Alamotu, karena sering terjadi longsor di tambang Pohuwato, tapi dia tetap berupaya untuk pergi," kata Mastin kepada TribunGorontalo.
Menurut informasi dari teman-teman korban, pada saat kejadian Yamin tahu kalau akan terjadi longsor, hanya saja dia tidak sempat lari.
"Hanya teman-temannya saja yang dapat lari, sedangkan dia tidak sempat lari," ujar Mastin.
Yamin menderita tuna rungu (bisu), sehingga Mastin yakin itu menjadi alasan kenapa keponakannya tidak sempat menyelamatkan diri.
"Dia bisu pak, mungkin itu alasan dia tidak sempat lari atau memanggil temannya untuk menolong dia," ucap Mastin.
Selain bisu dan belum memiliki keluarga, Yamin juga merupakan anak yatim piatu.
Namun, ia tetap menyayangi keluarganya.
"Kami semua disayang oleh beliau, dia yatim piatu tapi dirinya punya rasa sayang yang besar untuk keluarganya," tandas Mastin.
Warga Dusun Tanjung, Nince Ahmad (45), mengatakan bahwa Yamin adalah sosok yang cukup religius. Ia selalu hadir dalam acara-acara besar Islam.
"Saya sering temui dia ikut acara Isra Mi'Raj, Majelis Taklim dan acara keagamaan lainnya dan mendengar kabar dia tertimbun longsor kami cukup terpukul, karena Yamin adalah orang baik menurut kami," pungkasnya.
Kematian Yamin menambah daftar korban jiwa akibat longsor di tambang emas Pohuwato.
Yasmin Pakaya (59) kakak korban mengatakan alasan adiknya pergi menambang karena ingin mengganti sepeda motor bututnya.
"Dia ingin mengganti motornya dia, sehingga nekat untuk pergi menambang," tandasnya