Minggu, 15 Maret 2026

Berita Pohuwato

Keluarga Korban Tambang Minta Perhatian Pemerintah, Yamin Pakaya Ternyata Tokoh Adat Pohuwato

Cerita pilu keluarga Yamin Pakaya, korban meninggal di Tambang Ilegal Blok Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Keluarga Korban Tambang Minta Perhatian Pemerintah, Yamin Pakaya Ternyata Tokoh Adat Pohuwato
TRIBUNGORONTALO/RAHMAN HALID
Cerita pilu keluarga Yamin Pakaya, korban meninggal di Tambang Ilegal Blok Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO -- Cerita pilu keluarga Yamin Pakaya, korban meninggal di Tambang Ilegal Blok Alamotu, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Pohuwato, Gorontalo.

Diketahui, Yamin Pakaya ternyata seorang tokoh adat di Pohuwato. Yamin meninggal tertimbun longsor di Tambang Senin (20/11/2023)

Kini keluarga mengalami kesulitan biaya, mereka bahan tak mampu membiayai doa arwah Yamin Pakaya 

Kabe Ayula (55) paman Yamin mengatakan, semasa hidup Yamin Pakaya merupakan tokoh atau pemangku adat di Kabupaten Pohuwato.

 Yamin aktif sebagai penggerak dan relawan bala bantuan untuk pencarian korban hilang di Pohuwato.

"Yamin itu sudah 25 Tahun mengabdi sebgai pemangku adat bahkan sebagai relawan pencarian korban hilang sering turun membantu," katanya kepada Tribungorontalo.com, Kemarin, Senin (4/11/2023).

Sayang, setelah kepergian Yamin, keluarga tidak mendapat santunan dari Pemerintah Kabupaten Pohuwato.

"Dipikir saja, Keponakan saya sudah 25 Tahun mengabdi untuk daerah tapi santunan dari pemerintah tidak ada kepada pihak kami," ujarnya.

Bahkan untuk doa arwah saja, warga harus kumpul uang santunan dari keluarga untuk membiayai semua keperluan.

"Kami kumpul-kumpul uang, setiap keluarga Rp 50 ribu untuk membeli beras dan kebutuhan doa arwah," ucapnya.

Yamin berasal dari keluarga tak mampu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa untuk membiaya semua doa arwah sampai 100 dari Yamin.

"Kami pun hanya berasal dari keluarga apa adanya pak, dan kami jujur tidak bisa berbuat apa-apa untuk membiayai kebutuhan doa arwah dan lain sebagainya," ujarnya. 

Dia berharap pengabdian Yamin di Kabupaten Pohuwato sebagai pemangku mendapat diperhatikan oleh pemerintah.

"Biar hanya bantu untuk doa arwah sampai 100 hari, apalagi beliau ini pemangku adat cukup lama di Kabupaten Pohuwato," tutupnya. 

Yamin Tertimbun Longsor
 
Sebelumnya,  Yamin Pakaya (55) tewas tertimbun longsor di Blok Alamotu, Senin (20/11/2023).

Mastin Anwar (62), tante korban, mengatakan bahwa Yamin merupakan warga Dusun Tanjung, Desa Bulila, Kecamatan Duhiadaa.

Ia sudah memperingatkan Yamin untuk tidak turun ke tambang Alamotu karena sering terjadi longsor.

"Saya sudah ingatkan dia untuk tidak turun lagi di tambang Alamotu, karena sering terjadi longsor di tambang Pohuwato, tapi dia tetap berupaya untuk pergi," kata Mastin kepada TribunGorontalo.

Menurut informasi dari teman-teman korban, pada saat kejadian Yamin tahu kalau akan terjadi longsor, hanya saja dia tidak sempat lari.

"Hanya teman-temannya saja yang dapat lari, sedangkan dia tidak sempat lari," ujar Mastin.

Yamin menderita tuna rungu (bisu), sehingga Mastin yakin itu menjadi alasan kenapa keponakannya tidak sempat menyelamatkan diri.

"Dia bisu pak, mungkin itu alasan dia tidak sempat lari atau memanggil temannya untuk menolong dia," ucap Mastin.

Selain bisu dan belum memiliki keluarga, Yamin juga merupakan anak yatim piatu. 

Namun, ia tetap menyayangi keluarganya.

"Kami semua disayang oleh beliau, dia yatim piatu tapi dirinya punya rasa sayang yang besar untuk keluarganya," tandas Mastin.

Warga Dusun Tanjung, Nince Ahmad (45), mengatakan bahwa Yamin adalah sosok yang cukup religius.  Ia selalu hadir dalam acara-acara besar Islam.

"Saya sering temui dia ikut acara Isra Mi'Raj, Majelis Taklim dan acara keagamaan lainnya dan mendengar kabar dia tertimbun longsor kami cukup terpukul, karena Yamin adalah orang baik menurut kami," pungkasnya.

Kematian Yamin menambah daftar korban jiwa akibat longsor di tambang emas Pohuwato

Yasmin Pakaya (59) kakak korban mengatakan alasan adiknya pergi menambang karena ingin mengganti sepeda motor bututnya.

"Dia ingin mengganti motornya dia, sehingga nekat untuk pergi menambang," tandasnya

Bahkan lanjut Yasmin karena keseriusannya, dirinya rela membuka tabungannya yang sudah berusia 3 tahun.  

"Dia membuka celengannya yang telah dia tabung dan langsung membeli peralatan tambang, 2 buah linggis, 1 buah martel dan sepasang sepatu dan tas," ujarnya kepada tribungorontalo pagi tadi (22/11/2023)

Setelah membeli, sambil tersenyum, Yamin selalu memamerkan tasnya dan peralatannya kepada kakaknya dan keluargaanya bahwa dia siap untuk pergi menambang.

"Dia tersenyum dan mengangkat sepatu dan tasnya kepada kami dan menggunakan bahasa isyarat kalau dia senang akan pergi menambang dan ketika dapat emas akan segera mengganti motornya," tegasnya.

Sementara itu diceritakan pula, Yamin pergi menambang bersama 7 keponakannya untuk kali pertama, karena sebelumnya dirinya berprofesi sebagai pemangku adat acara-acara keagamaan di Kabupaten Pohuwato.

"Baru pertama kali menambang adik saya itu, tetapi nahas di tambang yang pertama kali di injaknya itu di situlah akhir dari hidupnya," isaknya dengan penuh tangis.

Sebelumnya dijelaskan juga oleh Yasmin,  setelah sampai di lokasi tambang olowatu, 7 keponakannya sempat melarang Yamin untuk turun duluan, karena saat itu selepas hujan dan tanah dalam kondisi basah.

"Sempat 7 keponakannnya mengajaknya untuk makan dulu, tetapi dia urung melakukannya, malah dia memberkan isyarat untuk turun duluan karena semangatnya untuk mengganti motor bututnya," ucapnya.

Yamin hanya berpesan kalau terjadi apa-apa kepada dirinya kepalanya langsung ditarik dari lubang.

"Karena adik saya itu tidak bisa mendengar dan berbicara dirinya hanya berpesan untuk menarik kepalanya kalau terjadi apa-apa ketika dia sudah masuk lubang, tetapi tak lama kemudian tanah longsor dan menimpa adik saya dan 7 keponakannya tidak sempat menolongnya," tuturnya.

Terakhir, Yasmin hanya berpesan untuk mendoakan adiknya agar diterima amal kebaikannya dan bisa di tempatkan di tempat terbaik di akhirat nantinya. 
 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved