Brics Fashion Summit Moskow
Rusia Gelar Fashion Summit Moskow, Ini Pesan Politik di Baliknya
INI menu wajib bagi ratusan delegasi dari lebih 60 negara yang diundang menghadiri Brics+ Fashion Summit di Moskow
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fashion-design-dari-negara-negara-bagian-Rusia-8888.jpg)
Rusia menguasai 17 juta km2 wilayah global. Indonesia 1,9 juta. Terbang dari Aceh tiga jam ke Jakarta lalu enam jam ke Jayapura. Bagaimana menjelajahi wilayah yang hampir 9 kali lipat lebih luas?
Wilayahnya yang sangat luas membuat Rusia multi-kultural. Sebagian kaki Rusia berpijak di Eropa (berbatasan dengan Norwegia, Finlandia, Polandia, misalnya).
Sebagian lagi di Asia, bersentuhan dengan Turki, bahkan Mongolia, China, Korea Utara, dan Jepang.
Di Selat Bering, Rusia berbatasan dengan negara bagian Alaska, Amerika Serikat. Mengelilingi ruang pameran itu adalah mengunjungi berbagai ekspresi kebudayaan dari suku-bangsa tersebut melalui pakaian, tempat tinggal, bahkan keramik perhiasan, piring, dan gelas.
Pengaruh agama --selain tantangan alam-- pada ekspresi kebudayaan tentu saja sulit dihindari. Rusia adalah rumah bagi 15 juta sampai 20 juta Muslim.
Pada pameran, ciri Islam terlihat pada pakaian yang lahir dari budaya yang bersentuhan dengan Turki. Mereka ini mendiami negara bagian Tatarstan, Dagestan, dan Chechnya.
Rusia juga adalah rumah bagi penganut agama Budha dan komunitas Yahudi. Selain memamerkan keragaman budaya dan kekayaan alam, Rusia juga memperlihatkan penguasaan pada bidang teknologi. Ada spot Yuri Gagarin, kosmonot Rusia yang menjadi manusia pertama yang mengorbit bumi (1961). Kunjungan ke pameran sekitar satu jam, berakhir di stand Donbas.***