Viral Nasional
Viral! Gara-gara Hp Disita Orang Tua, Bocah SD Nekat Akhiri Hidup
Bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) nekat mengakhiri hidupnya gara-gara handphone miliknya disita orang tua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bocah-pekalongan-meninggal-dunia.jpg)
"Harapan-harapan yang baru itu bisa buat orang stres sedang karena harapan itu tidak tercapai," jelas Mihra.
Kemudian, stres berat adalah kondisi seseorang yang mengalami stres berkepanjangan.
"Stress berat ini adalah kondisi yang sudah berminggu-minggu bahkan sudah menahun," lanjutnya.
Menurutnya, seseorang merasakan stress berat umumnya dapat dilihat dari masalah sistem pencernaan maupun masalah pada jantung dan pembuluh darah.
"Bahkan sudah panik, dia tidak terkontrol, lalu gemetar hingga ada yang pingsan," ungkapnya.
Penyebab dari stres berat bisa berupa hubungan anggota keluarga tidak harmonis.
"Survei menunjukkan bahwa hubungan manusia sangat mempengaruhi kondisi emosi dan pikiran seseorang," imbuhnya.
Mihra menegaskan, rata-rata orang mengalami stres berat tidak mampu dikontrol. Sehingga, orang tersebut bisa bunuh diri.
"Kalau ada yang sudah kelihatan tanda-tanda stres seperti sering sakit kepala, wajah pucat, segera tanyakan apa masalahmu," ujarnya.
Bagaimana cara mengatasi stres?
Mengelola stres bisa melalui olahraga rutin, meningkatkan ibadah atau kegiatan spiritual, dan berbicara kepada orang terdekat atau orang terpercaya.
"Kalau stres tolong bicara, tolong berbagi. Tolong menyampaikan kepada orang lain. Jangan dipendam sendiri," pintanya.
Dia pun mengimbau masyarakat agar selalu peka terhadap orang-orang disekitarnya.
"Karena biasanya orang yang pendam masalah sendiri, mencari solusinya sendiri itu kadang terjebak sama pikirannya sendiri," ucap Mihra.
"Jika suatu saat ada masalah yang ia tidak temukan jalan keluarnya, dia memilih jalan akhir, yaitu mengakhiri hidupnya," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/TribunJateng.com)