Viral Nasional
Viral! Gara-gara Hp Disita Orang Tua, Bocah SD Nekat Akhiri Hidup
Bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) nekat mengakhiri hidupnya gara-gara handphone miliknya disita orang tua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bocah-pekalongan-meninggal-dunia.jpg)
Atas kejadian tersebut, pihaknya prihatin dan berharap peristiwa tersebut adalah pertama dan terakhir yang terjadi di Kabupaten Pekalongan.
"Pasca kejadian ini, menjadi menjadi PR kita semua, tidak hanya guru, peran orangtua, lingkungan, sangat penting untuk sedikit demi sedikit memberikan edukasi yang ramah pada anak-anak, agar tidak candu dalam bermain handphone hingga melupakan segalanya," ungkapnya.
Baca juga: Psikolog Christy Nainggolan Ungkap 50 Persen Mahasiswa Gorontalo Punya Ide Bunuh Diri
Kenali 3 jenis stres yang bisa picu bunuh diri
Akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengajak masyarakat mengenali jenis-jenis stres.
Mihrawaty S Antu mengatakan, stres bisa jadi pemicu tindakan seseorang yang mengakhiri hidupnya sendiri.
Dosen Jurusan Keperawatan UNG itu mengungkapkan, ada tiga jenis stres, yakni stres ringan, stres sedang, dan stres berat.
Stress ringan adalah kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman dan tertekan tapi masih dalam batas normal dan biasanya terjadi hanya dalam sehari atau kurang dari sehari.
Contohnya, ketinggalan barang berharga, ketiduran ataupun mengalami kemacetan.
Adapun stress sedang adalah kondisi seseorang merasa nyaman dan tertekan secara terus menerus dalam kurun waktu beberapa hari.
"Bunuh diri itu disebabkan karena adanya stres, dan stres tersebut normal ketika masih pada tahap stres ringan," ujarnya.
Kata Mihra, seseorang bisa muncul keinginan bunuh diri sebenarnya ketika masuk ke dalam stress sedang hingga stress berat.
"Orang-orang yang telah bunuh diri itu, sudah masuk ke dalam stress sedang hingga berat," ujarnya.
Stres sedang ini jika tidak segera dikontrol, juga menimbulkan beberapa penyakit, seperti penyakit sistem pencernaan.
Penyebab dari stres sedang ini bisa berupa beban kerja berlebihan, ataupun pembicaraan kesepakatan yang belum jelas, hingga harapan-harapan baru.
Ns. Mihrawati S Antu, Dosen Profesi Ners UNG tengah memaparkan jenis-jenis stress