Viral Nasional
Viral! Gara-gara Hp Disita Orang Tua, Bocah SD Nekat Akhiri Hidup
Bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) nekat mengakhiri hidupnya gara-gara handphone miliknya disita orang tua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bocah-pekalongan-meninggal-dunia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pekalongan – Bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) nekat mengakhiri hidupnya gara-gara handphone miliknya disita orang tua.
Insiden itu terjadi di Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Isnovim saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (23/11/2023), membenarkan peristiwa tersebut.
Menurut keterangan Isnovim, bocah kelas 5 SD itu awalnya bermain ponsel. Lantas orang tua bocah tiba-tiba meminta sang anak memberi handphone di tangannya itu.
Karena kesal, si bocah lalu mengurung diri dalam kamar.
Sewaktu sore hari, ibu korban pergi ke kamar untuk mengingatkan anaknya itu pergi mengaji. Namun pintu kamar terkunci dari dalam. Si bocah pun tak menyahut ketika namanya dipanggil.
Sang ibu pun mengintip dari celah pintu. Alangkah terkejutnya ia melihat tubuh anaknya sudah menggantung di jendela kamar.
Sontak ibu korban berteriak dan melompat ke dalam kamar melalui jendela.
Bocah itu kemudian dilarikan ke Puskesmas Doro 1. Tapi setiba di puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
"Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka seperti jeratan dileher, pupil mata melebar, keluar fases dari anus korban, badan kaku dan pucat," jelas Isnovim, seperti dilansir TribunJateng.com, Kamis (24/11/2023).
Korban anak yang ceria
Pada kesempatan lain, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, Ipung Sunaryo mengungkap sudut pandang dari guru yang mengajar bocah SD tersebut.
"Keterangan dari para guru, korban anaknya ceria, di sekolah pun tidak ada persoalan apapun, dan bermain bersama teman-temanya," ucap Ipung.
Menurut Ipung peristiwa itu terjadi karena emosional sesaat anak, dan tanpa bisa memikirkan akibatnya.
Ipung mengatakan dirinya mendapatkan informasi tersebut pada malam harinya.