Jumat, 13 Maret 2026

Kabupaten Gorontalo

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Modern Limboto Gorontalo Disarankan Lebih Inovatif Jual Produk

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag) Kabupaten Gorontalo angkat bicara soal sepinya pengunjung di Pasar Modern Limboto.

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Modern Limboto Gorontalo Disarankan Lebih Inovatif Jual Produk
TribunGorontalo.com/Herjianto
Pasar Modern Limboto di Kabupaten Gorontalo masih dalam tahap perampungan, namun sudah ditempati para pedagang. 

Ia pun berharap pemerintah bisa membuat kegiatan berupa festival atau semacamnya guna mengundang pengunjung ke Pasar Modern Limboto.

"Sehingga tempat ini akan lebih dikenal oleh khalayak di luar sana, khususnya di Kabupaten Gorontalo," timpalnya.

Deysinta hanya mengandalkan live di sosial media untuk mendapatkan konsumen.

Pendapat serupa dilontarkan Wandra Lihawa. Seperti halnya Deysinta, Wandra mengaku sepi pengunjung di lapaknya.

Meski demikian, ia memandang tarif retribusi masih cukup terjangkau. Sehingga tak begitu membebani pedagang dalam memutar uang mereka.

"Kita hanya bayar retribusinya saja. Itu sekitar Rp 120 ribu," akunya.

Potret salah satu lapak di Pasar Modern Limboto Kabupaten Gorontalo
Potret salah satu lapak di Pasar Modern Limboto Kabupaten Gorontalo (TribunGorontalo.com/Herjianto)

Baca juga: Cerita Sasmita, Penjual Kosmetik di Pasar Modern Limboto Gorontalo

Pasar Modern diketahui memiliki 161 petak itu didominasi pedagang eks Shoping Limboto.

"Mereka yang dulu di sini itu kita prioritaskan selagi dagangannya masuk kriteria," terang Rahmanto.

Adapun dagangan basah seperti daging-dagingan dan sayur-sayuran, menurut Rahmanto ditempatkan di lokasi yang lain.

Untuk tarif pembayaran, Rahmanto menuturkan masih berpegangan pada Perda Kabupaten Gorontalo.

"Kita masih mengacu di Perda Bupati, yakni sebesar Rp 127 ribu," ungkapnya.

Pantauan dari TribunGorontalo.com, beberapa pekerjaan dalam gedung dan halaman pasar masih dalam proses pengerjaan.

Meski telah diresmikan, Rahmanto menjelaskan jika pekerjaan lanjutan itu telah dianggarkan dalam APBDP Kabupaten Gorontalo sebesar Rp 1,2 miliar.

Dirinya juga menyayangkan dengan pedagang yang hanya buka ada waktu-waktu tertentu.

"Tetap kita akan evaluasi. Dalam sebulan berapa kali tidak muka, kita juga pantau di CCTV dan ada juga petugasnya disana," jelas Rahmanto.

"Adapun pedagang yang menunggak pembayaran retribusi nanti kita akan kasih teguran. Hal itu bertahap, jika sudah tiga bulan berturut-turut, kita akan gantikan dengan pedagang lain," tandasnya.

 

(TribunGorontalo.com/Herjianto)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved