Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-590: Putin Isyaratkan Bakal Gelar Kembali Uji Coba Nuklir
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-590, Jumat (6/10/2023): Presiden Rusia Vladimir Putin isyaratkan Rusia bakal gelar kembali uji coba nuklir.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-pada-21-Februari-2023.jpg)
Selain itu, Putin menyatakan bahwa Rusia, yang meratifikasi perjanjian tersebut pada tahun 2000, bisa mengikuti langkah-langkah tersebut.
Dalam pidatonya yang luas, presiden Rusia mengatakan bahwa Barat sedang berusaha menciptakan “Tirai Besi baru” dan menyerahkan tanggung jawab atas invasi Rusia ke Ukraina kepada kekuatan Barat.
“Perang yang dimulai oleh rezim Kyiv dengan dukungan aktif dari Barat, telah berlangsung selama 10 tahun,” katanya.
“Operasi militer khusus diluncurkan untuk menghentikannya.” sambungnya.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-584: Infrastruktur Penting Ukraina Jadi Target Serangan Drone
Sebagaimana diketahui, Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina yang dimulai sejak 24 Februari 2022 lalu.
Sejak itu, ribuan warga sipil terbunuh dan jutaan lainnya meninggalkan Ukraina, menurut PBB.
Puluhan ribu tentara tewas atau terluka di kedua sisi dan sebagian besar wilayah timur dan selatan Ukraina hancur dalam pertempuran tersebut.
Sebelumnya pada hari Kamis, para pejabat Ukraina melaporkan bahwa serangan rudal Rusia menghantam sebuah toko kelontong dan kafe di dekat Kota Kharkiv, menewaskan sedikitnya 51 orang.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-581: Rusia Buktikan Perwira Militernya Masih Hidup
Dalam pidatonya, Putin juga mengatakan bahwa Rusia berupaya menciptakan “dunia baru” yang bertentangan dengan “hegemoni Barat”, dan memuji meningkatnya pengaruh negara-negara Timur seperti India dan China.
Putin juga menegaskan kembali penentangan Rusia terhadap masuknya Ukraina ke NATO, yang dianggapnya sebagai alat kebijakan luar negeri AS.
Meski begitu, Putin menyebut bahwa ia tidak keberatan jika Ukraina bergabung dengan Uni Eropa.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)